Berita Lampung

Banting Setir dari Bisnis Ponsel ke Usaha Kuliner, Ummurais Culinary Berkembang Pesat

Rafika Utami Putri (40) selaku owner dari Ummurais Culinary mengatakan bahwa usaha ini lahir dari kondisi ekonominya yang menurun.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
USAHA KULINER -Rafika Utami Putri saat memamerkan kue marbel dan donat miliknya Sabtu (18/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Berbagai jenis kue tersaji lengkap, mulai dari jajanan pasar tradisional hingga kue bolu yang lembut dengan beragam varian rasa di outlet kue di Ummurais Culinary, Sabtu (18/4/2026).
  • Rafika Utami Putri (40) selaku owner dari Ummurais culinary mengatakan bahwa usaha ini lahir dari kondisi ekonominya yang menurun saat covid-19.
  • Kondisi tersebut justru menjadi titik balik lahirnya peluang baru.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Berbagai jenis kue tersaji lengkap, mulai dari jajanan pasar tradisional dengan cita rasa khas hingga kue bolu yang lembut dengan beragam varian rasa di outlet kue di Ummurais Culinary pada Sabtu (18/4/2026).

Rafika Utami Putri (40) selaku owner dari Ummurais culinary mengatakan bahwa usaha ini lahir dari kondisi ekonominya yang menurun saat covid-19.

Kondisi tersebut justru menjadi titik balik lahirnya peluang baru. Bersama sang suami, ia mendirikan Ummurais culinary sebuah usaha kuliner yang kini berkembang pesat dan dikenal luas di wilayah Bandar Lampung.

“Saat Covid-19 toko handphone milik kami harus tutup, jadi saya mikir usaha apa agar perekonomian keluarga saya juga tetap berjalan,” ungkapnya Sabtu (18/4/2026).

“Waktu itu kami melihat bahwa kebutuhan makanan tidak pernah berhenti. Justru saat pandemi, permintaan kuliner meningkat, terutama untuk kiriman makanan,” tambahnya.

Baca juga: Bos Kuliner Beri THR Uang dan Motor 29 Karyawan, Rogoh Kocek hingga Rp 580 Juta

Ia juga mengatakan bahwa sejak dahulu dirinya sudah hobi memasak, namun baru fokus mengikuti kelas masak sejak 2021.

Berangkat dari pengamatan tersebut, ia memulai langkah kecil dengan membuka usaha donat bernama Doremi Donut, yang menjadi cikal bakal brand Ummurais culinary.

Fokus awal hanya pada satu produk, namun respon pasar yang positif mendorongnya untuk terus berkembang.

Memasuki tahun 2022 hingga 2023, Vika mulai memperluas usaha ini ke berbagai jenis kue bakery dan jajanan pasar. 

Kini di tahun 2026, Umu Rice Culinary telah memiliki ratusan varian produk, mulai dari lemper, risoles, pastel, hingga aneka kue manis seperti onde-onde, dadar gulung, dan sus.

Tak hanya itu, produk harian seperti dimsum, pempek, dan donat juga menjadi andalan yang selalu dicari pelanggan. 

Dalam sehari, produksi jajanan pasar bisa mencapai 500 hingga 1.000 potong, sementara donat sekitar 300 buah.

Meski peluang besar terbuka di industri kuliner, Vika tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kualitas dan pelayanan.

“Bisnis kuliner itu peluangnya besar, tapi risikonya juga tinggi. Kita harus terus mengikuti tren, rajin promosi, dan yang paling penting menjaga kualitas serta pelayanan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan keahlian, Vika juga mengikuti berbagai kursus memasak dan baking, terutama setelah pandemi. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved