Berita Lampung

Disdag Bandar Lampung Pastikan Stok MinyaKita Aman

Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin melalui unit pelaksana teknis (UPT) setiap hari guna memastikan distribusi MinyaKita berjalan lancar.

Tribunlampung.co.id
SUDAH NORMAL - Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan minyak goreng, khususnya MinyaKita, sudah mulai normal di sejumlah pasar tradisional. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan minyak goreng, khususnya produk subsidi MinyaKita, mulai kembali normal di sejumlah pasar tradisional.

Kadisdag Bandar Lampung Erwin mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin melalui unit pelaksana teknis (UPT) setiap hari guna memastikan distribusi MinyaKita berjalan lancar.

"Sekarang MinyaKita sudah mulai kembali masuk ke pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Tugu dan Pasar Kangkung," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Sebelumnya, stok MinyaKita sempat mengalami kekosongan selama kurang lebih satu bulan.

Hal itu terjadi karena adanya pengalihan distribusi oleh pemerintah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Namun saat ini, Perum Bulog telah kembali menyalurkan MinyaKita ke masyarakat. 

Secara umum, Erwin menegaskan stok minyak goreng di pasaran tidak mengalami kelangkaan.

"Kalau minyak goreng secara keseluruhan tidak langka. Hanya saja, MinyaKita yang bersubsidi memang sempat berkurang di pasaran," jelasnya.

Terkait harga, Disdag memastikan penjualan MinyaKita di pasar yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) wajib mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter.

Menurut Erwin, selama distribusi dilakukan langsung oleh Bulog, harga dipastikan tetap sesuai dengan ketentuan.

Namun, ia tidak menampik adanya potensi perbedaan harga di lapangan.

"Kalau sudah masuk ke distribusi sekunder atau berpindah tangan, memang ada kemungkinan terjadi kenaikan harga. Itu hal yang wajar dalam rantai perdagangan," katanya.

Pihaknya pun akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan minyak goreng, khususnya MinyaKita, tetap tersedia bagi masyarakat.

Sebelumya, Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo menjelaskan bahwa minyak goreng subsidi saat ini menjadi bagian dari paket Bantuan Pangan yang akan segera disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

"Program Bantuan Pangan periode Februari–Maret akan dibagikan di awal Mei. Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan dua karung beras masing-masing 10 kilogram atau total 20 kilogram, ditambah MinyaKita sebanyak 4 liter dalam kemasan 2 liter," ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved