Berita Lampung

Magang ke Jepang Dibuka, Peserta dari Pringsewu Lampung Wajib 70 Hari Pelatihan

Disnakertrans Kabupaten Pringsewu Lampung kembali membuka program pemagangan ke Jepang tahun 2026

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
PENINJAUAN BUPATI - Dokumentasi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat meninjau langsung proses pembuatan paspor bagi calon peserta program pemagangan ke Jepang di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu, Kamis (15/1/2026). Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM dan membuka peluang kerja 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu Lampung kembali membuka program pemagangan ke Jepang tahun 2026.

Program ini menawarkan peluang kerja sekaligus peningkatan keterampilan, namun di balik itu terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan calon peserta.

Kepala Disnakertrans Pringsewu, Agus Wijanarko, mengatakan program ini merupakan bagian dari kerja sama pemerintah Indonesia dan Jepang dalam skema pemagangan industri.

“Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM dan membuka peluang kerja,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Meski menjanjikan penghasilan hingga puluhan juta rupiah per bulan, proses untuk lolos program ini tidaklah mudah. Peserta harus melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes kemampuan dasar, fisik, hingga kesehatan.

Selain itu, calon peserta juga diwajibkan mengikuti pelatihan intensif selama sekitar 70 hari di daerah, sebelum melanjutkan ke tahap pelatihan pusat.

Dalam masa ini, mereka akan dibekali kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis, hingga pembentukan mental kerja yang disiplin.

Tak hanya soal kesiapan fisik dan mental, aspek biaya juga menjadi perhatian.

Meskipun sebagian pembiayaan ditanggung pemerintah dan perusahaan di Jepang, peserta tetap harus menyiapkan dana pribadi untuk kebutuhan selama pelatihan hingga keberangkatan.

Persyaratan yang ditetapkan pun cukup spesifik, mulai dari batas usia 18–26 tahun, tinggi badan minimal, hingga kondisi kesehatan yang prima.

Hal ini menunjukkan bahwa program ini menyasar kandidat dengan kesiapan optimal untuk bekerja di lingkungan industri Jepang yang dikenal ketat dan disiplin.

Di sisi lain, peluang jangka panjang menjadi daya tarik utama.

Banyak alumni program ini yang setelah kembali ke Indonesia mampu membuka usaha sendiri atau mendapatkan pekerjaan dengan keterampilan yang lebih kompetitif.

Dengan kombinasi peluang dan tantangan tersebut, program magang ke Jepang ini menjadi opsi menarik, namun menuntut persiapan matang dari para calon peserta.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved