Berita Lampung

DPRD Pringsewu Soroti Data Stunting, Minta Pemerintah Tak Andalkan Data Lama

Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu, Agus Irwanto menegaskan hingga saat ini belum ada rilis resmi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025. 

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi
UPDATE DATA - Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu, Agus Irwanto. DPRD Pringsewu Soroti Data Stunting, Minta Pemerintah Tak Andalkan Data Lama. 

 Melalui posyandu, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi keluarga, hingga pemberian makanan tambahan dilakukan secara rutin.

Di sisi lain, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian, termasuk pelayanan antenatal care (ANC), persalinan, serta layanan neonatal. 

Pemerintah daerah turut mendorong percepatan desa bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF) serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Menurut Trio, aspek sanitasi dan akses air bersih masih menjadi faktor penting yang memengaruhi angka stunting di daerah.

“Perbaikan sanitasi dan ketersediaan air bersih tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting,” ujarnya.

Pemkab Pesawaran juga mengandalkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski tren stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun, sejumlah wilayah di Pesawaran masih menjadi perhatian karena keterbatasan akses layanan kesehatan dan sanitasi dasar.

Program penanganan di lapangan dilakukan melalui puskesmas dan posyandu, seperti pemantauan rutin pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), serta kunjungan rumah bagi kelompok berisiko.

Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi geografis yang beragam, keterbatasan tenaga kesehatan, serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya gizi dan pola asuh anak.

Untuk memastikan intervensi lebih tepat sasaran, Dinas Kesehatan telah menerapkan sistem pendataan berbasis nama dan alamat (by name by address) yang terus diperkuat hingga tingkat desa.

Trio berharap seluruh pihak dapat terlibat aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Pesawaran.

“Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media agar target penurunan stunting bisa tercapai dan melahirkan generasi yang lebih sehat,” katanya.

(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved