Berita Lampung
Mesyur Peserta Asal Lampung Selatan Berangkat Pagi Buta Demi Tes Calon Manager KDMP
Sebenarnya, jadwal tes Mesyur pukul 10.00 WIB. Karena berangkat bersama teman-teman, dia bertolak dari rumah sejak pukul 05.30 WIB.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Tes CAT calon manager KDMP diselenggarakan di Bandar Lampung pada Rabu (6/5/2026).
- Peserta tes dari berbagai daerah di Lampung dipusatkan di Kota Tapis Berseri.
- Para peserta tes membawa harapan bisa lolos menjadi manager KDMP.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mesyur Cindy Ahmad Syarif (23) peserta tes Computer Assisted Test (CAT) calon manager Koperasi Desa Merah Putih asal Bumi Daya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan berangkat dari pagi hari agar bisa mengikuti tes, Rabu (6/5/2026) di Sekolah Al-Kautsar Kota Bandar Lampung.
Sebenarnya, jadwal tes Mesyur pukul 10.00 WIB. Karena berangkat bersama teman-teman, dia bertolak dari rumah sejak pukul 05.30 WIB. Mereka janjian bertemu di Kalianda sebelum menuju Bandar Lampung.
Kemudian dari Kalianda mereka beriringan menggunakan sepeda motor ke lokasi tes Sekolah Al-Kautsar.
Mesyur membawa harapan besar bisa lolos tes CAT calon manager Koperasi Desa Merah Putih. Perjalanan pagi itu bukan sekadar rutinitas biasa. Ada rasa tegang, harap, sekaligus semangat yang menyertainya.
Setibanya di lokasi ujian, Mesyur langsung bergabung dengan peserta lain yang juga datang dari berbagai daerah. Masing-masing membawa mimpi yang sama, lolos seleksi dan melangkah ke tahap berikutnya.
Baca juga: Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Sebut Jawaban Berubah Sendiri
Dalam sesi tes tersebut, Mesyur harus menghadapi total 248 soal yang terbagi ke dalam tujuh subtes. Enam di antaranya merupakan tes kognitif, meliputi pengetahuan umum, numerik, bahasa, abstrak, dan spasial.
Satu subtes lainnya adalah tes manajemen KDMP yang menguji kemampuan peserta dalam pengambilan keputusan dan pemahaman manajerial.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya pada tingkat kesulitan soal, melainkan pada waktu yang sangat terbatas. Beberapa subtes hanya menyediakan waktu sekitar tujuh menit. Artinya, setiap soal harus dijawab dalam hitungan detik sekitar 5 hingga 10 detik per soal.
"Waktunya sangat cepat. Kita harus benar-benar fokus dan tidak boleh ragu," ujar Mesyur saat menceritakan pengalamannya usai tes.
Di tengah tekanan waktu, ia juga harus menghadapi kendala teknis yang cukup mengganggu. Mesyur mengaku sempat mengalami masalah pada sistem pengisian jawaban.
Pilihan yang sudah diklik terkadang berubah sendiri atau bahkan tidak tersimpan. "Beberapa kali harus klik ulang sampai lima kali karena tidak masuk. Itu cukup mengganggu, apalagi waktunya terbatas," katanya.
Selain itu, koneksi sinyal yang kurang stabil turut memperlambat proses pengerjaan soal. Kondisi ini membuatnya harus berpacu lebih keras dengan waktu yang terus berjalan. Meski demikian, Mesyur tetap berusaha menyelesaikan seluruh rangkaian tes dengan maksimal.
Baginya, pengalaman ini menjadi tantangan sekaligus pembelajaran berharga.
Setelah tes selesai, hasil skor langsung diumumkan.
Untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni Tes Kompetensi Tambahan (SKT), peserta harus mencapai passing grade minimal 110.
Mesyur pun hanya bisa berharap hasil terbaik dari usaha yang telah ia lakukan sejak pagi hingga akhir ujian. "Semoga bisa lolos dan lanjut ke tahap berikutnya," ucapnya penuh harap.
Bagi pria asal Lampung Selatan ini, mengikuti tes CAT bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga langkah awal untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan koperasi desa.
Sebuah mimpi sederhana yang ia bawa sejak berangkat pagi tadi dan kini ia titipkan pada hasil yang akan menentukan langkahnya ke depan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Terjerat Utang Judol, Pemuda di Lampung Tengah Nekat Gasak Motor Petani |
|
|---|
| Polres Lampung Timur Sidak Kelayakan Senpi Personel |
|
|---|
| Gubernur Lampung Target Jalan Brabasan–Wiralaga Mantap 100 Persen Tahun Ini |
|
|---|
| Hari Kedua Pencarian ABK Kapal Nelayan Hilang di Kalianda Masih Nihil |
|
|---|
| Polres Lampung Timur Razia Senpi Personel, Pastikan Fisik hingga Masa Berlaku Surat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Mesyur-berangkat-pagi-buta-demi-jadi-manager-KDMP.jpg)