Berita Lampung
DPRD Soroti Minimnya Armada Damkarmat Lampung Tengah Akibat Keterbatasan Anggaran
Ia menyebut pemerintah daerah saat ini harus melakukan penyesuaian prioritas belanja di tengah kondisi fiskal yang belum stabil.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- DPRD Lampung Tengah soroti keterbatasan armada Damkarmat akibat anggaran terbatas.
- Toni Sastra Jaya: Pemkab harus prioritaskan kebutuhan mendesak masyarakat.
- Dari 4 armada, 2 mobil damkar aktif, 1 tangki air, 1 unit rusak.
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Anggota Komisi I DPRD Lampung Tengah, Toni Sastra Jaya, menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama yang membuat peremajaan armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) belum dapat dilakukan secara optimal.
Baca juga: Remaja di OKI Tewas Ditembak Rekannya Saat Siaran Langsung TikTok
Ia menyebut pemerintah daerah saat ini harus melakukan penyesuaian prioritas belanja di tengah kondisi fiskal yang belum stabil.
“Memang saat ini kondisi anggaran Kabupaten Lampung Tengah belum optimal. Pemerintah daerah harus mengoptimalkan dana yang ada dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat,” ujar Toni, Senin (1/6/2026).
Toni menambahkan, pemulihan kondisi keuangan daerah menjadi kunci agar peningkatan fasilitas pelayanan publik, termasuk sektor pemadam kebakaran, dapat kembali berjalan.
“Harapannya, kondisi ekonomi daerah dapat segera pulih agar perbaikan fasilitas pelayanan publik bisa dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi terbatasnya armada Damkarmat Satpol PP Lampung Tengah dibenarkan oleh pihak internal.
Dari empat unit kendaraan yang dimiliki, hanya dua mobil pemadam kebakaran yang masih aktif beroperasi, ditambah satu mobil tangki air, sedangkan satu unit lainnya sudah tidak dapat digunakan karena rusak berat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Lampung Tengah, Eddy Ismail Idris, melalui Kasubbid Damkarmat Syukur, menjelaskan penempatan armada dilakukan di beberapa titik wilayah untuk memaksimalkan jangkauan layanan.
“Dua unit mobil damkar standby di Gunung Sugih dan Seputih Raman, sementara satu mobil tangki air ditempatkan di Kalirejo. Satu unit lainnya sudah tidak dapat dioperasikan karena kondisinya rusak berat,” jelas Syukur.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu kendaraan sempat mengalami gangguan teknis saat digunakan dalam penanganan kebakaran di wilayah Kalirejo pada 18 Mei 2026.
“Waktu itu mobil tangki air mengalami kendala teknis di lapangan sehingga tidak bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.
Dengan wilayah kerja yang mencakup 28 kecamatan, keterbatasan armada tersebut berdampak pada kecepatan respons penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang jauh dari pos pemadam maupun area dengan akses terbatas.
“Hambatan utama kami adalah jarak tempuh dan akses lokasi kejadian, terutama di wilayah yang jauh dari pos,” pungkas Syukur.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)
| Pemkot Bandar Lampung Mulai Salurkan BOSDA SMP, Setiap Anak Dapat Rp 300 Ribu |
|
|---|
| BMKG Sebut Suhu Panas Kemarau di Lampung Saat Ini Masih Terkategori Normal |
|
|---|
| Jemaah Haji asal Pringsewu Diduga Meninggal Akibat Serangan Jantung di Arab Saudi |
|
|---|
| Kronologi Kebakaran Warung Ayam Geprek di Metro, Api Hanguskan Seluruh Bangunan |
|
|---|
| Kebijakan WFH Pemkab Pesawaran Pangkas Biaya Listrik Rp40 Juta Tiap Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Lampung-Tengah-soal-minimnya-armada-damkar.jpg)