Berita Lampung

Habib Faisal Siswa SMKN 3 Bandar Lampung Juara Dua Baca Puisi FLS3N

Ia adalah Habib Faisal yang berhasil meraih Juara 2 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang lomba baca puisi.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
JUARA BACA PUISI - Habib Faisal saat membacakan puisi di ruang kepala sekolah SMKN 3 Bandar Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Habib Faisal yang berhasil meraih Juara 2 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang lomba baca puisi.
  • Lomba tersebut diselenggarakan tingkat Kota Bandar Lampung yang digelar pada 25 April 2026.
  • Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan Habib. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Seorang remaja lengkap dengan pakaian adat Lampung berwarna kuning sambil memegang secarik kertas dengan serius membacakan sebuah puisi di ruang kepala sekolah SMKN 3 Bandar Lampung pada Kamis (7/5/2026).

Ia adalah Habib Faisal yang berhasil meraih Juara 2 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang lomba baca puisi tingkat Kota Bandar Lampung yang digelar pada 25 April 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan Habib. 

Habib mengaku awal mula dirinya mengikuti lomba yaitu dirinya ditunjuk oleh guru Bahasa Indonesia, Ibu Puput, setelah melihat kemampuannya saat membaca puisi di kelas.

“Awalnya saya ditunjuk Bu Puput saat pelajaran Bahasa Indonesia karena waktu itu saya membaca puisi,” ujar Habib Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Tim Basket SMAN 10 Bandar Lampung Borong Juara 1 Ajang DBL 2026

Dalam perlombaan tersebut, Habib membawakan puisi berjudul “Jembatan”. Puisi itu memiliki makna mendalam tentang kesenjangan sosial yang masih terjadi di Indonesia.

“Puisi yang saya bawakan yaitu Jembatan yang menggambarkan ketimpangan sosial di negeri ini. Bendera kita satu, bahasa kita satu, bangsa kita satu, tapi kenapa masih ada perbedaan sosial yang sangat jauh. Yang miskin tetap miskin, yang kaya tetap kaya,” jelasnya.

Habbib mengaku memilih puisi tersebut karena merasa sangat cocok dengan dirinya dan mudah untuk dibawakan dengan penuh penghayatan.

“Saya memilih puisi itu karena saya merasa cocok dan bisa lebih menjiwai saat membawakannya,” tuturnya.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi FLS3N, Habbib menjalani latihan selama hampir dua bulan. 

Selama masa persiapan, ia tidak hanya berlatih teknik membaca puisi, tetapi juga mendalami makna dan emosi dari isi puisi tersebut.

“Selama hampir dua bulan kami belajar memahami makna puisi lebih dalam supaya bisa mendapatkan feel dan interpretasi yang tepat,” katanya.

Meski latihan dilakukan secara bergantian dan tidak setiap hari, proses tersebut tetap menjadi pengalaman berharga baginya. 

Tantangan terbesar menurut Habbib adalah menyampaikan perasaan yang ada dalam puisi tersebut dalam puisi kepada penonton dan dewan juri.

“Sebagai pembaca puisi, kita harus bisa mentransfer perasaan kepada penonton dan juri. Itu yang paling sulit,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved