Berita Lampung
Gara-gara Puntung Rokok Dua Gudang Rongsok di Lampung Kebakaran
kebakaran dua gudang rongsok di Bandar Lampung diduga dipicu aktivitas pembakaran, seperti puntung rokok, sampah, atau aktivitas yang memicu api
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kebakaran melanda dua gudang barang rongsok di Jalan Ikan Kembung RT 46 LK 3, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan gudang rongsok sparepart motor dan gudang rongsok plastik milik warga setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 103 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( Damkarmat) Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dan langsung mengerahkan sejumlah armada ke lokasi.
"Petugas bergerak cepat dengan response time sekitar tiga menit setelah laporan diterima," ujarnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam dikerahkan. Masing-masing Unit Karba Pos Siaga Bumi Waras, Unit Karba Pos Siaga Telukbetung Selatan, Unit Supply 022 Pos Mako Tendean, Unit Macan Pos Mako Tendean, dan Unit Supply Pos Siaga Kedamaian.
Total 28 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Anthoni menjelaskan, api membakar gudang rongsok sparepart berukuran 6x15 meter serta gudang rongsok plastik berukuran 3x10 meter.
Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran, seperti puntung rokok, sampah, atau aktivitas lain yang memicu api hingga merembet ke area gudang.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB setelah petugas menghabiskan lima tangki air," jelasnya.
Gudang sparepart diketahui milik Yuli (32), owner Said Baraya Motor, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Sementara gudang rongsok plastik milik M Miyanto (34) mengalami kerugian sekitar Rp3 juta. Dalam kejadian tersebut, satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terdampak, yakni M Miyanto, Sakya, M Dewa F, dan Zupriyato.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan serta mengimbau warga agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas pembakaran di sekitar area permukiman maupun gudang penyimpanan barang mudah terbakar.
Sebelumnya, rumah di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Palapa, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung kebakaran, Sabtu (11/4) sekitar pukul 20.30 WIB.
Anthoni Irawan menduga kebakaran akibat korsleting listrik. "Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bagian rumah yang menimbulkan percikan api," ungkapnya, Minggu (12/4/2026) lalu.
Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat hingga ke bagian atap rumah. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )
| Pemkot Bandar Lampung Bentuk Posko Pengaduan SPMB |
|
|---|
| Pelaku Tipu Gelap di Pringsewu Lampung Diringkus di Persembunyiannya Wilayah Banten |
|
|---|
| Pengendara Putar Arah Buntut Pohon Tumbang di Way Halim Bandar Lampung |
|
|---|
| Seorang Guru Kehilangan Sepatu saat Melintasi Jalan Rusak Berlumpur di Lampung Tengah |
|
|---|
| Polisi Tak Teperdaya Penyamaran Pencuri Motor Jadi Jemaah Salat, Pelaku Diringkus di Masjid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kebakaran-gudang-rongsok-di-Bandar-Lampung-akibatkan-kerugian-Rp-103-juta.jpg)