Berita Lampung

Hilirisasi Peternakan, DPRD Sebut Ayam Fillet Bisa Diolah di Lampung

Menurut Mikdar, Lampung memiliki potensi besar di sektor peternakan sehingga hasil ternak tidak seharusnya dijual dalam bentuk mentah.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi
HILIRISASI PETERNAKAN - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas. 

Selain daging dan ayam, hilirisasi juga diharapkan menyasar sektor perikanan.

Mikdar berharap seluruh hasil peternakan dan perikanan Lampung dapat diolah di daerah sendiri dengan melibatkan koperasi desa.

“Kita harapkan Koperasi Merah Putih bisa ikut mengolah hasil peternakan untuk kemudian dijual ke dapur-dapur yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha dan Pasca Panen Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Anwar Fuadi mengatakan Lampung tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga menjadi salah satu lumbung ternak nasional.

“Lampung memiliki potensi peternakan yang sangat besar dan menjadi salah satu pilar strategis dalam penyerapan tenaga kerja, baik di sektor hulu maupun hilir,” ujarnya.

Berdasarkan prognosis supply-demand komoditas peternakan Lampung tahun 2026, telur ayam ras surplus hingga 45.630 ton, daging ayam ras surplus 10.096 ton, dan daging sapi surplus 985 ton.

Selain itu, populasi sapi potong di Lampung mencapai 905.322 ekor atau peringkat keempat nasional.

Sedangkan populasi kambing mencapai 1.974.609 ekor dan berada di peringkat ketiga nasional.

Untuk sektor unggas, populasi ayam ras petelur mencapai 14.029.863 ekor dan menempatkan Lampung di posisi kedelapan nasional.

Anwar menjelaskan, hilirisasi peternakan menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan nilai tambah produk yang lebih variatif, tahan lama, dan bernilai gizi tinggi.

Menurutnya, Pemprov Lampung saat ini juga mendorong percepatan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) dengan memperkuat rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir.

Program tersebut meliputi pembangunan fasilitas pembibitan ayam pedaging dan ayam petelur, pabrik pakan, rumah potong hewan unggas, hingga pengolahan pasca panen berupa tepung telur.

“Integrasi pascapanen menjadi kunci penguatan Lampung sebagai lumbung pangan strategis nasional,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved