Berita Lampung

2 Siswa SD DCC Global School Bandar Lampung Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Inggris

Keduanya adalah Qianna Calista Putri dan Muhammad Andeaz, siswa kelas 6 sukses meraih penghargaan di bidang olimpiade bahasa Inggris.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
BERPRESTASI - Qianna Calista Putri dan Muhammad Andeaz saat memamerkan mendali, piagam dan piala kemenangannya pada Kamis (14/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dua siswa berprestasi dari SD DCC Global School harumkan nama sekolah melalui ajang olimpiade tingkat nasional. 
  • Keduanya adalah Qianna Calista Putri dan Muhammad Andeaz, siswa kelas 6.
  • Mereka baru aktif mengikuti perlombaan sejak duduk di kelas 6 SD walaupun sudah mahir berbahasa Inggris sejak kecil.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dua siswa berprestasi dari SD DCC Global School harumkan nama sekolah melalui ajang olimpiade tingkat nasional. 

Keduanya adalah Qianna Calista Putri dan Muhammad Andeaz, siswa kelas 6 yang sukses meraih berbagai penghargaan di bidang olimpiade bahasa Inggris.

Saat ditemui di taman bermain DCC Global School pada Kamis (14/5/2026). Mereka sedang belajar sembari menceritakan prestasi yang mereka raih. 

Qianna Calista Putri berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Gama Indonesia bidang Bahasa Inggris serta Juara Harapan 3 Olimpiade Siswa Indonesia di bidang yang sama.

Sementara itu, Muhammad Andeaz meraih Juara 2 Olimpiade Omni Sains Indonesia di bidang bahasa inggris dan Juara Harapan 2 KMSI di bidang bahasa inggris.

Baca juga: SMA Global Madani Latih Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Lewat Coaching Clinic and Talk to Native

Menariknya, keduanya mengaku baru aktif mengikuti perlombaan sejak duduk di kelas 6 SD walaupun sudah mahir berbahasa Inggris sejak kecil.

“Kami baru mulai lomba di saat kelas 6 karena ingin memperbanyak prestasi untuk masuk ke SMP,” ungkap Deaz Kamis (14/5/2026)

Motivasi untuk memperbanyak prestasi demi melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP menjadi salah satu alasan mereka mulai serius menekuni kompetisi.

Deaz menceritakan bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya diasah sejak kecil melalui tontonan YouTube berbahasa Inggris oleh sang Ayah.

“Papaku suka bahasa Inggris, jadi dari kecil aku sering nonton video bahasa Inggris,” ujarnya.

Deas mengaku awalnya ia mencoba kompetisi spelling bee, namun dalam perlombaan tersebut dirinya belum mendapatkan juara.

“Kalau spelling bee itu susah karena harus mendengarkan jurinya mengucapkan kata, apalagi di saat ruangannya ramai,” tuturnya.

Setelah perlombaan tersebut, akhirnya ia diarahkan oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti olimpiade bahasa inggris.

Menurutnya, olimpiade terasa lebih nyaman karena mirip seperti mengerjakan ujian sekolah. “Aku lebih suka olimpiade karena seperti ujian. Aku memang suka belajar soal-soal,” katanya.

Meski demikian, Deas tidak ingin berhenti hanya di olimpiade semata.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved