Berita Lampung

Warga Mujirahayu Lampung Tengah Makin Semangat Perbaiki Jalan

Semangat gotong royong warga Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah dalam memperbaiki infrastruktur kian solid. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
PERSIAPAN - Amar Maruf, warga Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, menjelaskan persiapan aksi gotong royong perbaikan jalan, Kamis (14/5/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Semangat gotong royong warga Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah dalam memperbaiki infrastruktur kian solid. 

Setelah sukses pada tahap pertama, kini warga tengah mematangkan persiapan untuk melanjutkan pembangunan jalan tahap kedua.

Pembangunan kali ini ditargetkan mampu menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 250 meter. 

Meski dana yang terkumpul belum sepenuhnya mencukupi target total, warga memilih untuk tetap bergerak dengan skala prioritas.

"Persiapan sudah 80 persen. Rencananya total 250 meter. Tapi karena dana terkumpul belum sampai di situ, kita eksekusi 100 meter dulu secara bertahap,” ujar Amar Maruf, perwakilan warga, Kamis (14/5/2026).

Amar mengatakan, untuk menjaga kualitas jalan sekaligus memastikan akses transportasi warga tidak terputus total, pengerjaan akan dilakukan dengan teknik belah jalur.

Amar menjelaskan bahwa pengecoran akan dilakukan di satu sisi jalan terlebih dahulu. 

Setelah sisi tersebut kering dan layak dilalui, pengerjaan akan dilanjutkan ke sisi sebelahnya. 

Menurutnya, strategi ini diambil agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan di tengah proses pembangunan.

"Kita kerjakan sebelah dulu, nanti kalau sudah kering baru sebelahnya lagi. Yang penting jalan ini segera bisa dinikmati warga dengan layak," tambahnya.

Sama seperti tahap sebelumnya, tegas Amar, seluruh biaya material dan tenaga kerja murni berasal dari swadaya. 

Dia mengatakan, warga secara sukarela menginfakkan harta mereka demi satu tujuan jalan yang mulus.

Bagi masyarakat Mujirahayu, kata Amar, perbaikan jalan bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, melainkan urusan "perut". 

Kondisi jalan yang hancur selama ini kerap menjadi penghambat utama saat petani hendak mendistribusikan hasil bumi ke pasar.

"Ini kesadaran masyarakat sendiri. Mereka ingin punya fasilitas bagus karena kalau jalannya buruk, kita mau mengeluarkan hasil bumi itu susah sekali," kata Amar.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved