Berita Lampung

DPRD Lampung Berharap Idul Adha Tahun Ini Tidak Dinodai Kurban Sakit

Abas menegaskan, kesehatan hewan kurban adalah hal mutlak yang harus dijamin oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
WASPADAI PMK - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki mengingatkan agar momentum Idul Adha tidak boleh dinodai oleh peredaran hewan kurban yang sakit maupun terpapar virus. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, anggota DPRD Provinsi Lampung menegaskan pentingnya memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak musiman.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki mengingatkan agar momentum Idul Adha tahun ini tidak boleh dinodai oleh peredaran hewan kurban yang sakit maupun terpapar virus.

Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan menjelang Idul Adha 1447 H.

Pria yang akrab disapa Abas ini mengingatkan dinas terkait agar tidak lengah terhadap potensi penyebaran penyakit menular pada ternak yang dijajakan secara musiman.

Abas menegaskan, kesehatan hewan kurban adalah hal mutlak yang harus dijamin oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat.

"Jangan sampai hewan kurban yang dijual di lapak pinggir jalan terpapar virus seperti PMK (penyakit mulut dan kuku) atau penyakit lainnya yang membahayakan masyarakat," ujar Abas, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB ini mengatakan, selama ini fokus pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi lebih banyak menyasar sentra peternakan di desa-desa.

Namun, ketika hewan tersebut sudah dibawa ke kota dan dijual di lapak dadakan, pengawasannya cenderung melonggar.

Ia meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya di wilayah padat seperti Bandar Lampung, Metro, maupun wilayah lainnya.

"Lapak-lapak musiman itu harus didata dan di-tracking. Dari mana asal ternaknya, bagaimana kondisi kesehatannya, sampai kelayakan hewan sebelum dijual ke masyarakat," ujarnya.

Abas menilai, pengawasan di lapak justru memberikan keuntungan bagi petugas kesehatan hewan karena titik kumpul ternak lebih terlokalisasi.

Dengan pemeriksaan di Lapak, ia menyebut waktu akan lebih efisien lantaran petugas tidak perlu masuk ke pelosok kandang satu per satu.

Selain itu, ratusan hewan telah terkumpul di satu lapak juga akan memudahkan petugas dalam pengambilan sampel kesehatan secara terukur.

"Ini juga bisa membuat masyarakat yang membeli di pinggir jalan merasa lebih tenang kalau sudah ada stiker atau surat keterangan kesehatan hewan di lapak," jelasnya.

Terkait kondisi stok hewan kurban maupun vaksin, Abas menyebut bahwa ketersediaan hewan kurban lokal di Lampung saat ini dalam kondisi mencukupi.

Begitu juga dengan stok vaksin ternak yang diklaim masih aman untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit jelang hari raya.

"Untuk ketersedian hewan kurban di Lampung saay rasa sudah mencukupi, vaksin juga mencukupi," Kata dia.

Lebih lanjut, Abas menegaskan bahwa memastikan menjamin kesehatan masyarakat dengan memastikan kondisi kesehatan kurban merupakan hal yang lebih penting.

"Momentum Idul Adha ini jangan sampai dicederai oleh peredaran hewan yang tidak sehat. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved