Berita Lampung
BGN Targetkan Zero Incident Program MBG, SPPG Tak Sesuai Standar Akan Disanksi
Hal itu disampaikan Tengku seusai pelantikan pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan keamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengawasan ketat terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, evaluasi terhadap SPPG dilakukan setiap hari sesuai standard operating procedure (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Hal itu disampaikan Tengku seusai pelantikan pengurus DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Menurut Tengku, aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG di seluruh daerah, termasuk di Lampung.
“Kita targetkan zero incident. Tidak ada lagi kejadian-kejadian menonjol. Kalau ada SPPG yang standarnya tidak baik, distribusinya kurang baik, tata kelolanya kurang baik, itu kita suspend tanpa terkecuali siapa pun itu,” katanya.
Ia menjelaskan, BGN bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan pengelola SPPG menjadi kunci agar seluruh dapur MBG memenuhi standar kesehatan dan kelayakan operasional.
“Dengan Pak Gubernur dan kepala daerah semua harus bersinergi dan berkolaborasi bagaimana nanti SPPG tersebut mudah mendapatkan SLHS dengan catatan tetap memenuhi persyaratan dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Tengku mengungkapkan, saat ini terdapat 1.158 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah di Lampung.
Jumlah penerima manfaat di setiap SPPG, kata dia, disesuaikan dengan petunjuk teknis, termasuk mempertimbangkan wilayah aglomerasi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kalau daerah 3T biasanya di bawah 1.000 penerima manfaat. Sedangkan wilayah aglomerasi bisa mencapai lebih dari 2.000 penerima manfaat,” jelasnya.
Selain itu, BGN juga tengah melakukan pendataan ulang penerima manfaat program MBG hingga tingkat desa.
Pendataan tersebut melibatkan koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator wilayah (korwil) agar data penerima manfaat lebih rinci dan akurat, termasuk peserta didik madrasah maupun sekolah yang belum seluruhnya masuk dalam sistem data nasional.
“Kita lakukan sampai tingkat desa supaya penerima manfaat semuanya terdata secara keseluruhan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tengku turut mengapresiasi keberadaan Gapembi sebagai mitra strategis BGN dalam mendukung keberhasilan program MBG.
Ia berharap Gapembi mampu membina anggota pengelola SPPG agar seluruh dapur MBG memiliki standar pelayanan sesuai petunjuk teknis BGN.
Selain itu, Gapembi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan UMKM, koperasi, dan penyuplai lokal dalam rantai pasok program MBG.
“Minimal ada 15 supplier di setiap SPPG. Ini penting agar program makan bergizi gratis juga mampu menciptakan pemerataan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Gapembi yang baru dilantik.
Menurut Mirza, Gapembi memiliki semangat besar dalam mendukung peningkatan kualitas dapur MBG di Lampung agar sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita harapkan Gapembi akan mendorong para pengusaha dapur agar dapurnya berkualitas dan sesuai standar,” kata Mirza.
Ia menambahkan, keberadaan dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Dapur ini harus bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya buat masyarakat di desa-desa untuk bisa terintegrasi, terutama dalam UMKM,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Pasar Saham Indonesia Terpuruk, Begini Kata Guru Besar Unila |
|
|---|
| Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung Tangkap 2 Pengedar Ekstasi, Salah Satunya Pecatan TNI |
|
|---|
| Lucken Soroti Pengangkatan Plt dan Plh OPD, Siapa yang Pimpin Lampung Tengah Ini |
|
|---|
| Lampung Dipastikan Tak Kekurangan Hewan Kurban, DPRD: Pengawasan PMK Diperketat |
|
|---|
| Lampung Tengah Luncurkan Relawan Pendidikan untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Direktur-BGN-Tengku-Syahdana-5.jpg)