Berita Lampung

Jembatan Putus 4 Bulan, Warga Lampung Tengah Protes Akses Lumpuh Total

Aktivitas warga Kampung Tanjung Ratu lumpuh setelah jembatan penghubung utama di wilayah tersebut putus dan belum juga diperbaiki.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
JEMBATAN PUTUS - Puluhan warga Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar aksi protes akibat jembatan penghubung utama di wilayah mereka yang putus tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas warga Kampung Tanjung Ratu lumpuh setelah jembatan penghubung utama di wilayah tersebut putus dan belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat.
  • Puluhan warga yang terdiri dari emak-emak, tokoh masyarakat, hingga pelajar akhirnya menggelar aksi protes pada Rabu (20/5/2026).
  • Mereka menyuarakan penderitaan sehari-hari yang harus dijalani dengan risiko tinggi demi bisa beraktivitas.

Tribunlampung.co.id, Lampung TengahJeritan hati dan rasa frustrasi mendalam menyelimuti warga Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah.

Selama empat bulan terakhir, aktivitas warga lumpuh setelah jembatan penghubung utama di wilayah tersebut putus dan belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah setempat.

Tak tahan terus-menerus dalam kondisi tersebut, puluhan warga yang terdiri dari emak-emak, tokoh masyarakat, hingga pelajar menggelar aksi protes pada Rabu (20/5/2026).

Sambil membentangkan poster berisi tuntutan, mereka menyuarakan penderitaan sehari-hari yang harus dijalani dengan risiko tinggi demi beraktivitas.

Sopian, salah seorang warga, mengungkapkan betapa vitalnya jembatan sepanjang lebih dari 50 meter yang melintasi Sungai Way Pengubuan tersebut.

Baca juga: Petani Bawa Sabu Diringkus di Kebun Singkong Bumiratu Nuban Lampung Tengah

Kini, setelah putus, warga dihadapkan pada dua pilihan sulit yang sama-sama berisiko.

“Pilihannya memutar 40 kilometer atau bertaruh nyawa. Sungai Way Pengubuan yang dalam dan lebar membuat warga tidak punya pilihan aman untuk menyeberang,” ujar Sopian dengan nada getir, Rabu (20/5/2026).

Jika memilih jalur aman, warga harus memutar sekitar 40 kilometer melewati Kampung Pocoti, Cending, hingga Puji Rahayu. Padahal, jika jembatan masih berfungsi, jarak tempuh hanya sekitar 1,5 kilometer.

Selain memakan waktu, jalur memutar itu juga menambah beban biaya. Banyak orang tua terpaksa mengeluarkan ongkos transportasi dua hingga tiga kali lipat demi keselamatan anak-anak mereka.

Namun bagi sebagian warga yang tidak memiliki cukup biaya, menyeberangi sisa jembatan yang rusak menjadi satu-satunya pilihan. Para pelajar bahkan terpaksa bergelantungan pada tali besi di atas aliran sungai yang dalam dan deras.

Warga Sukarela Bantu Seberangkan Pelajar

Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga sekitar akhirnya berinisiatif membantu. Mereka secara sukarela berjaga di lokasi jembatan pada jam berangkat dan pulang sekolah untuk memastikan anak-anak tidak terjatuh ke sungai.

Warga turut membantu memegangi dan menuntun para pelajar saat melintasi puing-puing jembatan. Hal serupa dilakukan saat jam pulang sekolah, ketika mereka kembali membantu penyeberangan anak-anak hingga tiba di rumah masing-masing.

“Beruntung ada warga yang rumahnya dekat sini ikut membantu mereka menyeberang,” kata Sopian.

Senada dengan itu, Ermalina, seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam aksi protes, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

“Kesal! Kalau dibilang kesal, sudah tidak bisa diungkapkan lagi. Kesal sekali, sangat kesal!” ujarnya.

Ia pun menyampaikan desakan kepada Bupati Lampung Tengah agar segera mengambil langkah nyata sebelum jatuh korban jiwa.

“Pesan untuk Bupati Lampung Tengah, mohon bantuannya agar jembatan kami bisa kembali pulih seperti semula. Anak-anak harus sekolah, warga juga harus bekerja, sementara jalur utama kami rusak seperti ini,” pungkasnya lirih.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved