Berita Lampung

Tim Inafis Temukan BB Mencurigakan di Kantor Pekon yang Terbakar di Lampung

Sisa kegiatan posyandu diduga jadi awal kebakaran kantor pekon di Tanggamus. Polisi temukan stopkontak hangus masih menancap listrik.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Polres Tanggamus
KEBAKARAN KANTOR PEKON - Polsek Wonosobo bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tanggamus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Kantor Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Rabu (20/5/2026). Tim Inafis temukan barang bukti mencurigakan dari lokasi kebakaran. 
Ringkasan Berita:
  • Kantor pekon terbakar usai kegiatan posyandu. Polisi temukan stopkontak hangus di lokasi.
  • Kipas angin diduga picu korsleting listrik. Api pertama terlihat pukul 03.30 WIB.
  • Warga panik berjibaku padamkan kobaran api. Aula pertemuan hangus terbakar total.
  • Kerugian ditaksir capai Rp500 juta. Polisi masih dalami penyebab kebakaran.

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Sisa aktivitas posyandu yang digelar sehari sebelumnya kini diduga menjadi awal petaka kebakaran hebat yang melanda kantor pekon di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (20/5/2026) dini hari.

Tim Inafis Satreskrim Polres Tanggamus menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mulai dari stopkontak hangus terbakar hingga steker listrik yang masih menancap di sumber arus.

Kapolsek Wonosobo, Primadona Laila mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari ruang pertemuan di sisi kanan bangunan kantor pekon.

Ruang tersebut diketahui baru digunakan untuk kegiatan posyandu sebelum kebakaran terjadi.

“Ruang itu sebelumnya dipakai kegiatan posyandu. Dari hasil identifikasi awal ditemukan rangkaian listrik kipas angin yang diduga menjadi pemicu arus pendek,” ujarnya.

Baca juga: Korsleting Perangkat Elektronik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Kantor Pekon di Tanggamus Lampung 

Selain dua stopkontak yang hangus terbakar, polisi juga menemukan sisa rangka kipas angin dinding di lokasi kejadian.

Temuan itu memperkuat dugaan adanya perangkat elektronik yang masih terhubung listrik saat kantor ditinggalkan.

Kebakaran sendiri pertama kali diketahui sekitar pukul 03.30 WIB oleh seorang warga bernama Supratmi yang melihat kobaran api dari arah kantor pekon saat keluar rumah.

Warga kemudian berhamburan mendatangi lokasi sambil berusaha memadamkan api dan menghubungi aparat serta petugas pemadam kebakaran.

Besarnya kobaran api membuat warga dan petugas harus berjibaku selama beberapa jam agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Akibat peristiwa tersebut, aula pertemuan dilaporkan hangus total. Sementara ruang tamu dan ruang arsip mengalami kerusakan hingga sekitar 90 persen.

Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp500 juta.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun polisi masih mendalami penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya kelalaian penggunaan perangkat elektronik setelah kegiatan posyandu berlangsung.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved