Berita Lampung

2 Anak Harimau Sumatera Diberi Nama Puspa dan Muli Sikop, Ini Artinya

Nama tersebut diberikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan sang istri Purnama Wulan Sari.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi
PUSPA DAN MULI SIKOP - Satu dari dua anak Harimau Sumatera yang lahir di Taman Satwa Lembah Hijau. Kedua anak Harimau Sumatera diberi nama Puspa dan Muli Sikop. 

Luka berat membuat kaki kanan belakangnya juga harus diamputasi sebelum akhirnya dirawat di Lembah Hijau.

"Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Mirza mengatakan lahirnya dua anak harimau dari induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki menjadi simbol keberhasilan konservasi satwa liar.

Menurutnya, hal itu juga menunjukkan ketulusan para perawat satwa dalam menjaga satwa langka tetap hidup dan berkembang biak.

"Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia," ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap alam dan satwa liar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengatakan ancaman terhadap Harimau Sumatera hingga kini masih sangat tinggi, terutama akibat pemasangan jerat di kawasan hutan.

Menurutnya, kedua induk harimau yang kini dirawat di Lembah Hijau merupakan satwa hasil penyelamatan setelah terkena jerat, baik yang dipasang pemburu maupun jerat untuk babi hutan.

"Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan," terangnya.

Satyawan menegaskan, Lampung masih menjadi salah satu habitat penting bagi Harimau Sumatera sehingga diperlukan dukungan semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi memasang jerat liar di kawasan hutan.

Ia mengatakan, keberhasilan konservasi Harimau Sumatera nantinya dapat dilihat dari pertumbuhan populasi di habitat alaminya.

Namun demikian, upaya pelestarian juga harus memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

"Harimau harus tetap bisa berkembang biak dengan baik di habitat yang masih utuh dan minim aktivitas manusia, sehingga keseimbangan antara kelestarian satwa dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga berinteraksi dan berfoto bersama Gajah Sumatera bernama Mega dan anaknya, Rawana.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)  

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved