Berita Lampung

Mamayu Bakery Pertahankan Konsep Donat Klasik, Produksi 12 Lusin per Hari

Mamayu Bakery menjadi salah satu usaha rumahan yang dikenal karena cita rasa rotinya yang lembut dan donat klasiknya.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
DONAT KLASIK - Putri Ayu Septiani saat memamerkan produk donat andalannya. Mamayu Bakery pertahankan konsep donat klasik. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di tengah menjamurnya bisnis kuliner dan bakery di Bandar Lampung, nama Mamayu Bakery perlahan menjadi salah satu usaha rumahan yang dikenal karena cita rasa rotinya yang lembut dan donat klasiknya.

Usaha roti rumahan ini berlokasi di Jalan Pisang Muli Jalan Bakti I No.70, Susunan Baru, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Di balik usaha tersebut, ada sosok perempuan muda bernama Putri Ayu Septiani yang terus berjuang membangun bisnisnya dari nol, jatuh, hingga kembali bangkit.

“Awalnya adik saya duluan punya usaha bakery. Saya mikir, daripada cuma pie saja, akhirnya saya belajar bikin kue juga,” ujar Ayu Sabtu (23/5/2026).

Setelah ia mengikuti les membuat kue, dengan percaya diri ia langsung menjual produknya melalui sistem pre order.

Menariknya, setelah pertama kali belajar membuat roti, Ayu langsung percaya diri untuk menjual hasil buatannya. 

Produk pertama yang dijual adalah roti manis dengan berbagai isian seperti cokelat pisang, cokelat, hingga kacang hijau.

Dari situ, usaha Mamayu Bakery mulai berkembang.

Tidak hanya roti manis, Ayu juga mulai memproduksi brownies, banana strudel, hingga aneka kue kering.

Dalam perjalanan usahanya, Ayu sempat membuka cabang kedua tokonya di kawasan Imam Bonjol, Bandar Lampung. 

Namun, setelah berjalan sekitar satu setengah tahun, toko tersebut akhirnya ditutup karena dinilai belum menghasilkan keuntungan.

Menurut Ayu, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga dalam dunia usaha.

“Bukan cuma soal uang, tapi ilmu. Dari situ saya belajar soal cari karyawan, hitung-hitungan usaha, sampai sadar kalau belum mampu buka cabang, lebih baik besarkan dulu yang di rumah,” katanya.

Ia mengakui, lokasi toko yang kurang strategis menjadi salah satu penyebab usaha cabangnya sulit berkembang.

Selain itu, promosi media sosial saat itu juga belum maksimal.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved