Pendidikan

UT Bandar Lampung Kembangkan Mesin Perontok Lada di Surya Mataram

UT Bandar Lampung berhasil mengembangkan mesin perontok lada untuk petani di Desa Surya Mataram, Marga Tiga, Lampung Timur.

Tayang:
Dokumentasi
KEMBANGKAN MESIN PERONTOK LADA - UT Bandar Lampung berhasil mengembangkan mesin perontok lada untuk petani di Desa Surya Mataram, Marga Tiga, Lampung Timur. 

“Mesin perontok lada ini memberikan harapan baru bagi para petani. Jika sebelumnya proses perontokan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang cukup banyak, maka dengan teknologi ini proses pascapanen dapat dilakukan lebih cepat dan efisien," urai dia.

"Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” sambung Ismail Subing.

Dukungan terhadap inovasi tersebut juga disampaikan Ketua Gapoktan Desa Surya Mataram, Rasdui, yang merasakan langsung manfaat penerapan teknologi pascapanen lada bagi para petani.

“Mesin perontok lada ini dapat menghemat waktu petani dalam merontokkan lada saat panen besar karena berkapasitas 1 ton lada per jam. Kami mendapat bantuan dua unit mesin sehingga dapat membantu banyak anggota Gapoktan kami,” ujar Rasdui.

Menurutnya, keberadaan mesin tersebut mampu mengurangi ketergantungan pada proses perontokan manual yang selama ini membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dan waktu yang relatif lama.

Meningkatnya efisiensi proses pascapanen, petani diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas budidaya serta pengembangan usaha tani lada yang lebih produktif dan berdaya saing.

Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Timur, Ir. Teguh Pujianto, menegaskan pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam mengolah hasil panen lada sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Pada sesi berikutnya, Agus Susanto, pemerhati lada dari Kelompok Masyarakat PRABU, memaparkan pentingnya budidaya lada berbasis teknologi. Ia menekankan bahwa penerapan inovasi pada seluruh rantai produksi, mulai dari budidaya hingga pascapanen, menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk berkualitas.

Turut hadir sebagai narasumber Dr. Ade Imelda Frimayanti, M.Pd.I yang mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka Pusat.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kegiatan FGD dan diseminasi sebagai sarana penyebarluasan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil-hasil penelitian dan pengabdian dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

"FGD dan diseminasi menjadi media penting untuk mempertemukan akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun solusi bersama bagi berbagai persoalan pembangunan,” jelas Dr. Ade Imelda Frimayanti.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Bandar Lampung berharap inovasi mesin perontok lada dapat menjadi salah satu solusi teknologi yang mampu mendukung peningkatan produktivitas petani lada di Lampung Timur.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang mengemban mandat pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka terus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved