Berita Lampung

20 Ribu Anak di Lampung Putus Sekolah, Apa Penyebabnya?

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menyebut, angka ini berasal data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang telah terverifikasi resmi.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
PUTUS SEKOLAH - Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico membeberkan penyebab banyaknya anak putus sekolah. 

Menurut Thomas, akar masalah utama anak putus sekolah di lapangan murni dipicu oleh faktor lain seperti budaya, ekonomi, kenakalan remaja, serta pengaruh lingkungan sekitar.

Guna mengatasi problem putus sekolah tersebut secara menyeluruh, Disdikbud Lampung menerapkan sejumlah langkah taktis. 

Langkah pertama adalah membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Putus Sekolah untuk turun langsung keliling kabupaten/kota guna menyosialisasikan pembaruan data Disdukcapil.

"Jadi mereka melakukan sosialisasi, perbaikan data, dan melakukan supervisi ke dinas kabupaten/kota yang memegang kewenangan tingkat SD dan SMP," kata dia.

Selain pembenahan data, Disdikbud Lampung juga terus mendorong peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memaksimalkan program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. 

Di samping itu, Disdikbud Lampung juga melakula terobosan baru berupa program SMA Terbuka. 

"SMA Terbuka ini akan dimulai pendaftarannya pada bulan Juli mendatang," tutur Thomas.

Ia menjelaskan, program ini menyasar anak usia sekolah maupun warga di atas usia 20 tahun yang ingin kembali bersekolah, dengan tempat pendaftaran di SMA atau SMK terdekat di seluruh kabupaten/kota.

Thomas menjelaskan bahwa SMA Terbuka dirancang berbeda dengan sistem kejar paket biasa karena mengusung konsep yang sangat fleksibel demi mengakomodasi keterbatasan ruang dan waktu para siswa di lapangan.

"Beda dengan sistem Paket, SMA Terbuka ini menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Jadi mereka bisa belajat daring, luring, bisa di balai desa atau di mana pun, jadi lebih adaptif dan fleksibel," papar Thomas.

Untuk melengkapi aspek penanganan dari sisi finansial, Disdikbud Lampung juga mengawal Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat agar berjalan optimal guna meringankan beban pembiayaan orang tua yang tidak mampu. 

Sementara untuk mendorong motivasi siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, Disdikbud Lampung tahun ini mulai menguji coba program bernama Kelas Cangkok.

"Kita ada program Kelas Cangkok di tahun ini, yang menginisiasi anak berprestasi bisa melanjutkan kuliah, jadi mereka akan kita biayai pendidikannya," tutur dia.

Ia mengatakan, program Kelas Cangkok bakal mulai diuji coba pada tahun ajaran baru mendatang.

"Mudah-mudahan ke depan kalau fiskal kita bagus, insya Allah nanti kita akan siapkan beasiswa dan lain-lain untuk bagaimana mendorong anak kita bisa melanjutkan kuliah," pungkas Thomas.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved