Berita Lampung

20 Ribu Anak di Lampung Putus Sekolah, Apa Penyebabnya?

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menyebut, angka ini berasal data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang telah terverifikasi resmi.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
PUTUS SEKOLAH - Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico membeberkan penyebab banyaknya anak putus sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Disdikbud Lampung mencatat sebanyak 20.534 siswa putus sekolah.
  • Rinciannya, 5.081 siswa di tingkat SD, 10.531 siswa di tingkat SMP, dan 4.742 siswa di tingkat SMA.
  • Angka ini berasal data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 20.534 siswa di Bumi Ruwa Jurai putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan.

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menyebut, angka ini berasal data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang telah terverifikasi resmi.

Menyikapi jumlah angka putus sekolah yang masih tinggi, Thomas mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya solusi strategis, mulai dari pembentukan tim percepatan hingga peluncuran program sekolah yang lebih fleksibel demi mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah.

Secara rinci, Thomas menyebut jumlah anak putus sekolah di Lampung sebanyak 5.081 siswa di tingkat SD, 10.531 siswa di tingkat SMP, dan 4.742 siswa di tingkat SMA.

Thomas menjelaskan, jika merujuk pada data Desil 1 dan Desil 2, angka indikasi putus sekolah memang sempat menyentuh di kisaran 277.000 siswa. 

Namun, setelah ditelusuri, tingginya angka pada database awal kependudukan tersebut terjadi akibat adanya anomali administrasi di mana jutaan warga belum memperbarui status pendidikannya di kartu keluarga (KK).

"Ternyata di data Disdukcapil kita ini, ternyata ada lulusan SMA kemudian dia sudah kuliah, tetapi di KK-nya masih statusnya SD," kata Thomas, Selasa (2/6/2026).

Ia mengatakan, tugas pihaknya saat ini adalah melakukan supervisi kepada instansi terkait di kabupaten/kota agar memperbaiki proses pendataan.

"Ada jutaan orang yang posisi di KK-nya masih SD padahal dia sudah tamat SMP. Ada yang di KK-nya masih lulusan SMP status pendidikannya, tetapi dia sudah tamat SMA maupun kuliah. Ini yang harus di-upgrade," kata Thomas.

Dalam pemetaan cakupan pendidikan di Lampung, terdapat ketimpangan yang cukup terlihat antarwilayah. 

"Daerah yang mencatat tingkat cakupan pendidikan tinggi hingga ke jenjang perguruan tinggi ada tiga, yaitu Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pringsewu, dan Kota Metro," kata Thomas.

Sementara, di sejumlah wilayah angka lanjutan sekolahnya terpantau masih cukup rendah.

"Yang rendah itu seperti Mesuji, sebagian Pesawaran, sebagian Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesisir Barat," lanjutnya.

Dari hasil evaluasi, Thomas menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh keterbatasan daya tampung sekolah. 

"Daya tampung gabungan antara sekolah negeri dan swasta di Lampung sebenarnya sudah sangat mencukupi, bahkan banyak sekolah swasta yang kekurangan murid," jelas dia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved