Berita Lampung

Motif Asmara di Balik Pembunuhan Sadis Duda di Labuhan Maringgai Lampung Timur

Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban pada Senin (1/6/2026).

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Humas Polres Lampung Timur
GARIS POLISI - TKP penemuan jasad pria duda di tanggul irigasi telah terpasang garis polisi. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Lampung Timur kurang dari 24 jam. Ternyata pembunuhan di latar belakangi masalah asmara. 
Ringkasan Berita:
  • Pelaku pembunuhan sadis duda di tanggul irigasi Labuhan Maringgai, Lampung Timur ditangkap polisi.
  • Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan warga tergeletak di tanggul irigasi.
  • Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku karena melawan dan berusaha melarikan diri.

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Pelaku pembunuhan sadis duda di tanggul irigasi Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur berhasil ditangkap polisi.

Baca juga: Polisi Lumpuhkan Pelaku Pembunuhan di Lampung Timur karena Melawan

Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban pada Senin (1/6/2026).

Pelaku pembunuhan duda berinisial FK (22) dihadiahi timah panas oleh petugas kepolisian karena mencoba melawan dan melarikan diri saat ditangkap.

Pelaku yang merupakan warga Desa Karyatani diringkus di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

FK menghabisi duda umur 26 tahun warga Desa Karya Tani diduga terkait permasalahan asmara.

Kasus pembunuhan itu diketahui setelah jasad korban ditemukan tergeletak di tanggul irigasi. Penemuan jasad berkat kecurigaan seorang satpam di sekitar lokasi kejadian yang dengar suara gaduh.

Prayit, salah seorang warga Desa Karya Tani, menceritakan bahwa peristiwa pembunuhan diperkirakan terjadi dalam rentang waktu menjelang tengah malam. Pihaknya mendapatkan laporan adanya aktivitas mencurigakan dari petugas sekuriti setempat.

"Kurang lebih kejadian itu sekitar satu jam, antara jam 11.30 sampai jam 12.00 malam. Waktu itu ada satu orang petugas satpam di situ mendengar ada ribut-ribut, terus ada motor masuk," ujar Prayit saat memberikan kesaksian, Selasa (2/6/2026).

Menurut Prayit, sepeda motor misterius tersebut tidak bertahan lama di lokasi dan langsung bergegas pergi kembali.

"Nggak lama setelah masuk, motor itu keluar lagi. Satpamnya awalnya nggak tahu pasti ada apa, tapi karena dengar teriakan-teriakan, dia akhirnya manggil warga sekitar. Pas warga cek dan cari tahu ke lokasi, ternyata ditemukan korban di tanggul," tambahnya.

Kepala Desa Karya Tani, Nur Yadi membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad warga tersebut. 

Dia mengatakan, pihak pamong desa langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) begitu menerima laporan dari masyarakat di paruh malam.

"Tadi malam sekitar jam 02.30 dini hari menjelang subuh, kami dikabari oleh warga. Di lokasi desa kami, tepatnya di tanggul irigasi Dusun 3, ditemukan jenazah seorang laki-laki," ungkap Nur Yadi.

Nur Yadi membeberkan, jasad tersebut teridentifikasi sebagai seorang pria berusia 26 tahun yang merupakan warganya sendiri.

Lebih lanjut, Nur Yadi memaparkan informasi dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar bahwa korban sempat terlihat meninggalkan rumah beberapa jam sebelum ditemukan tewas.

 "Informasi dari masyarakat, kronologi awalnya itu sekitar jam 11 malam korban dijemput sama kawannya. Kami belum tahu pasti siapa kawannya itu. Korban dijemput dan keluar dari rumah, tahu-tahu sekitar jam 02.30 malam ada kabar dari warga kalau korban sudah ditemukan (meninggal dunia)," tutur Nur Yadi.

 Mendengar laporan tersebut, Nur Yadi langsung mendatangi TKP bersama jajaran perangkat desa lainnya guna memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak berwajib.

 "Begitu dapat kabar, saya langsung ke sana bersama Pak Kadus, Pak RT, dan warga ke lokasi TKP. Di situ saya perintahkan Pak Kadus untuk segera menghubungi Pak Babin dan pihak Polsek Labuhan Maringgai. Alhamdulillah semua aparat langsung datang sejak malam itu sampai pagi," pungkasnya.

 Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengungkapkan, bahwa motif di balik aksi nekat pelaku menghabisi nyawa korban dengan luka mengerikan tersebut didasari oleh masalah asmara.

 "Berdasarkan pemeriksaan awal, motif asmara menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban," ujar Boyoh, Selasa (2/6/2026).

 Kasat Reskrim menjelaskan, penangkapan FK dipimpin langsung oleh Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 

 Pelaku yang merupakan warga Desa Karyatani diringkus di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur.

 Namun, kata dia, proses penangkapan pemuda berusia 22 tahun ini tidak berjalan mulus. FK sempat melakukan perlawanan sengit kepada petugas dan mencoba kabur dari sergapan.

 "Saat hendak diamankan, FK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku," terangnya.

 Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

 Polisi tidak hanya menemukan senjata tajam, tetapi juga barang bukti yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

 Ia menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Polda Lampung yang memberikan back-up penuh, sehingga kasus pembunuhan sadis ini bisa terungkap dalam waktu singkat di bawah 24 jam

 "Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini, kami masih terus dalami," pungkas Boyoh.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved