Angka Putus Sekolah di Lampung

Disdikbud Lampung Ungkap Penyebab Tingginya Angka Putus Sekolah, Siapkan SMA Terbuka

Disdikbud Provinsi Lampung mengungkapkan penyebab tingginya angka putus sekolah di Lampung.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
SMA TERBUKA - Foto ilustrasi, Suasana pelaksanaan TKA di SMAN 1 Bandar Lampung. Disdikbud Lampung ungkap penyebab tingginya angka putus sekolah, siapkan SMA Terbuka. 

Ringkasan Berita:
  • Disdikbud Provinsi Lampung mengungkapkan penyebab tingginya angka putus sekolah di Lampung.
  • Berdasarkan catatan Pusdatin hingga pertengahan 2026, angka putus sekolah di Lampung mencapai 20.534 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
  • Menurut Thomas, akar masalah utama anak putus sekolah di lapangan murni dipicu oleh faktor nonteknis.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mengungkapkan penyebab tingginya angka putus sekolah di Lampung.

Baca Juga: Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Uji Coba Program Kelas Cangkok

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) hingga pertengahan 2026, angka putus sekolah di Lampung mencapai 20.534 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Rinciannya, tingkat SD sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa, dan tingkat SMA 4.742 siswa. 

Sementara dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, jumlah siswa yang mengeyam pendidikan tingkat SD pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 798.892 orang, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 797.968 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 797.865 orang.

Adapun siswa MI pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat 131.368 orang, tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 131.678 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 133.177 siswa.

Di tingkat SMP, pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 336.944 siswa, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 342.821 siswa, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 343.606 siswa.

Sementara siswa MTs pada tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 114.145 orang, tahun pelajaran 2023/2024 terdapat 111.699 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 102.900 orang.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat 794.493 siswa SD pada tahun ajaran 2023/2024, 794.882 siswa pada tahun pelajaran 2024/2025, dan 795.773 siswa pada tahun pelajaran 2025/2026.

Adapun siswa SMP pada tahun pelajaran 2023/2024 berjumlah 334.742 orang, tahun pelajaran 2024/2025 berjumlah 339.494 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 terdapat 341.094 orang.

Jika merujuk pada data Desil 1 dan Desil 2, Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico mengatakan, angka indikasi putus sekolah memang sempat menyentuh kisaran 277.000 siswa. 

Namun, setelah ditelusuri, tingginya angka pada database awal kependudukan tersebut terjadi akibat adanya anomali administrasi di mana jutaan warga belum memperbarui status pendidikannya di kartu keluarga (KK).

"Ternyata di data Disdukcapil kita ini, ternyata ada lulusan SMA kemudian dia sudah kuliah, tetapi di KK-nya masih statusnya SD," ujarnya.

Ia mengatakan, Disdikbud saat ini tengah melakukan supervisi kepada instansi terkait di kabupaten/kota agar memperbaiki proses pendataan.

"Ada jutaan orang yang posisi di KK-nya masih SD padahal dia sudah tamat SMP. Ada yang di KK-nya masih lulusan SMP status pendidikannya, tetapi dia sudah tamat SMA maupun kuliah. Ini yang harus di-upgrade," tutur Thomas.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved