Ibadah Haji Lampung

Kemenhaj Jamin Asuransi Penuh Bagi 9 Jemaah Haji Lampung yang Wafat di Mekkah

Duka dari Tanah Suci, sembilan jemaah haji asal Lampung wafat selama operasional haji 2026. Kemenhaj pastikan seluruh korban dapat hak asuransi penuh.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
JEMAAH HAJI PULANG - Jemaah haji asal Kemiling, Arinawati saat melambaikan tangan saat kedatangannya di asrama haji Rajabasa, Sabtu (6/6/2026). Bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan, pemerintah Indonesia memastikan tidak akan lepas tangan. Kemenhaj memastikan seluruh hak-hak proteksi bagi para jemaah yang wafat saat mengemban status sebagai tamu Allah di Arab Saudi akan dipenuhi secara utuh, terutama hak asuransi jiwa. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 9 jemaah haji asal Lampung wafat di Tanah Suci selama musim haji 2026.
  • Dua jemaah meninggal sebelum puncak ibadah haji, sementara tujuh lainnya wafat setelah rangkaian Armuzna.
  • Kemenhaj memastikan ahli waris akan menerima asuransi sebesar nilai BPIH.
  • Kanwil Kemenhaj Lampung menilai penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
  • Angka kematian dan kasus jemaah sakit dilaporkan menurun berkat pelayanan dan pemantauan kesehatan yang lebih optimal.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana haru dan duka menyelimuti kepulangan sebagian jemaah haji ke Bumi Ruwa Jurai.

Baca juga: 9 Jemaah Asal Lampung Wafat selama Ibadah Haji Bakal Terima Asuransi, Ini Identitasnya

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenhaj) Lampung mencatat, sebanyak sembilan jemaah haji asal Lampung mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji musim 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Kendati diselimuti rasa duka, angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Hal ini mencerminkan kondisi pelayanan dan kesehatan jemaah yang secara umum jauh lebih terkendali di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra, mengungkapkan bahwa berdasarkan data resmi yang masuk hingga Minggu (7/6/2026), mayoritas jemaah yang wafat justru berpulang setelah mereka berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian krusial puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Hingga kini ada sembilan jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. Dua di antaranya meninggal dunia sebelum melaksanakan ibadah haji, sementara sisanya wafat pasca-puncak haji," urai M. Ansori saat memberikan keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).

Pemerintah Jamin Asuransi Setara Nilai BPIH

Bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan, pemerintah Indonesia memastikan tidak akan lepas tangan. M. Ansori menegaskan bahwa seluruh hak-hak proteksi bagi para jemaah yang wafat saat mengemban status sebagai tamu Allah di Arab Saudi akan dipenuhi secara utuh, terutama hak asuransi jiwa.

Pihak Kemenhaj menjamin proses pencairan asuransi akan dikawal dengan ketat dan diserahkan langsung kepada ahli waris yang sah di kampung halaman.

Nilai santunan yang diberikan pun dipastikan setara dengan besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang dibayarkan jemaah pada tahun ini.

"Mereka yang wafat akan mendapatkan asuransi penuh sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini. Ini sudah menjadi komitmen dan kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak-hak jemaah," tegas Ansori.

Grafik Kesehatan Jemaah Diklaim Jauh Lebih Baik

Di sisi lain, jika melihat evaluasi menyeluruh, Ansori menilai performa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini menunjukkan rapor yang jauh lebih hijau dan kondusif dibandingkan dengan sengkarut pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Indikator keberhasilan itu terlihat jelas dari menurunnya angka fatalitas (kematian) serta laporan jemaah yang jatuh sakit. Ketatnya pemeriksaan kesehatan (istitha'ah) sejak di embarkasi dinilai sukses menyaring risiko dini di lapangan.

"Tahun ini pelaksanaan haji jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, yang wafat ada 9 orang. Kemudian mereka yang sakit juga orangnya itu-itu saja, tidak ada fenomena jemaah yang sampai keluar masuk rumah sakit secara massal. Semua tim medis bergerak sigap," pungkas Ansori.

Berikut rincian lengkap identitas jemaah haji Lampung yang gugur di Tanah Suci:

  1. H. Sugiarti Binti Karta Pawira (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara). Wafat di hotel Makkah akibat komplikasi medis sebelum puncak haji.
  2. H. Mesno Iro Karso (Kloter JKG 16 – Asal Kabupaten Lampung Timur). Wafat saat masa awal kedatangan jemaah di Madinah.
  3. H. Muhammad Sukono Sarwan (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Wafat di RS Shefa Hospital Makkah akibat serangan jantung sesaat setelah menyelesaikan rukun Tawaf Ifadah.
  4. Hj. Sujarmi Panidi Nurwanto / H. Binti Panidi Purwanto (Kloter JKG 18 – Asal Kabupaten Mesuji). Wafat di Makkah pasca-puncak Armuzna karena sakit.
  5. Hj. Suriah Sanusi Tayem Binti Sanusi (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara).
  6. Hj. Nurhasanah Mardian (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Jemaah lansia berusia 86 tahun yang wafat di Makkah akibat kelelahan fisik pasca-Tawaf Ifadah.
  7. H. Sarno Sahrudin Diran / Darmo** (Kloter JKG 19 – Asal Kabupaten Tanggamus). Wafat setelah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit An Noor, Makkah.
  8. H. Ahmad Fadil bin Muh. Nur : Jemaah haji yang tergabung ke dalam Kloter JKG 16, berasal dari Kabupaten Tulang Bawang.
  9. Hj. Muntingah Sukijo Abdullah: Jemaah haji wanita yang tergabung ke dalam Kloter JKG 11 asal Kabupaten Lampung Timur.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved