Berita Lampung

102 Kebakaran di Bandar Lampung sepanjang 2026, Catat Nomor Layanan Damkar Berikuti Ini

Oleh karena banyaknya kejadian kebakaran, masyarakat Bandar Lampung wajib mencatat nomor layanan Damkar.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Damkarmat Bandar Lampung
KEBAKARAN Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 102 kejadian kebakaran terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung mencatat 102 kejadian kebakaran hingga Juni 2026.
  • Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp1,262 miliar.
  • Korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran dengan total 70 kasus.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 102 kejadian kebakaran terjadi sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Juni 2026.

Baca juga: Langkah Damkarmat Bandar Lampung Hadapi Dampak Musim Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih

Oleh karena banyaknya kejadian kebakaran, masyarakat wajib mencatat nomor layanan Damkar melalui nomor telepon 0721-252741 maupun WhatsApp 0811-729-444.

Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan dari ratusan peristiwa kebakaran tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia.

Namun, sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan 42 jiwa atau 18 kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran.

"Total luas area yang terbakar mencapai 2.315 meter persegi dengan taksiran kerugian materiil sebesar Rp1,262 miliar," kata Anthoni, Senin (8/6/2026).

Untuk menangani seluruh kejadian kebakaran tersebut, Damkarmat Kota Bandar Lampung mengerahkan 188 unit mobil pemadam dan 146 tangki mobil air.

Berdasarkan data yang dihimpun, April menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi selama semester pertama 2026.

Pada bulan tersebut tercatat 42 kasus kebakaran atau hampir 41 persen dari total kejadian yang terjadi sepanjang tahun berjalan.

Lonjakan kasus pada April juga diikuti tingginya nilai kerugian yang mencapai Rp823,5 juta, terbesar dibandingkan bulan lainnya.

Selain itu, luas area yang terbakar mencapai 728 meter persegi.

Dalam proses penanganannya, petugas mengerahkan 60 unit mobil pemadam dan 37 tangki air, jumlah tertinggi sepanjang periode pelaporan.

Sementara itu, pada Mei 2026 jumlah kejadian menurun menjadi 14 kasus.

Meski demikian, dampak terhadap warga justru menjadi yang tertinggi dengan 21 jiwa atau tujuh kepala keluarga terdampak akibat kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran pada Mei ditaksir mencapai Rp288,55 juta dengan luas area terbakar mencapai 682 meter persegi.

Adapun pada pekan pertama Juni 2026, tepatnya hingga 7 Juni, telah terjadi 10 kasus kebakaran.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved