Presiden Prabowo ke Lampung

Alasan 3 Pemuda Melakukan Aksi Jahit Mulut saat Presiden Prabowo ke Lampung

Ketiga pemuda yang dijahit mulutnya tidak menunjukkan rasa sakit, tapi justru bersemangat dalam aksi damai. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
AKSI DAMAI - Aksi jahit mulut di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). Alasan tiga pemuda aksi jahit mulut saat Presiden Prabowo ke Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga pemuda melakukan aksi jahit mulut sebagai bentuk protes saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Lampung.
  • Aksi damai di Tugu Adipura tersebut mengkritik kebijakan ekonomi, kenaikan harga BBM, dan militerisasi ruang sipil.
  • Massa menuntut penerapan pajak kekayaan bagi kaum oligarki untuk mengatasi ketimpangan sosial di Indonesia.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Alasan tiga pemuda nekat melakukan aksi jahit mulut saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: 3 Pemuda Jahit Mulut Saat Prabowo ke Lampung, Soroti Kondisi Rakyat dan Demokrasi

Ketiga pemuda yang dijahit mulutnya tidak menunjukkan rasa sakit, tapi justru bersemangat dalam aksi damai. 

Mereka berada di antara belasan pemuda yang melakukan aksi damai di tengah teriknya matahari di Tugu Adipura, yang berada di pusat kota Bandar Lampung.

Ketiga pemuda yang melakukan aksi jahit mulut yaitu Dzaki Oktarian, Bondol dan Akbar Sumantri.

Selain berorasi mereka membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan kritik kepada pemerintahan. Seperti "Wujudkan Pendidikan Kritis Ilmiah dan Demokratis".

"Rakyat Menjerit Nilai Tukar Melejit" hingga "Rakyat Menjerit Waktunya Pajakin Orang Kaya".

Massa aksi membakar ban di tengah teriknya matahari untuk membakar semangat para demonstran. 

Simbol Pembungkaman

Koordinator Lapangan (Korlap) Joshua Sitorus menjelaskan alasan pihaknya melakukan aksi jahit mulut sebagai bentuk simbolis. 

"Kita lihat betapa kuatnya militer membungkam suara-suara sipil. Sementara sipil enggak punya senjata, sipil cuman punya suara dan pikiran kritis," kata Joshua.

"Mereka dibungkam dengan laras senjata dan budaya militer yang coba sama-sama masuk ke ruang sipil," terusnya.

Pihaknya menjahit mulut menggambarkan situasi hari ini di Indonesia, situasi realitas Indonesia betapa otoriter rezim Prabowo.

"Enggak terbatas pada simbolis ini saja, tetapi kita harus mengkritisi hari ini rakyat sedang susah, tapi di sisi lain Prabowo sukacita pastikan di ruangan ber-AC," paparnya.

Sementara di sisi lain ada rakyat yang harus mengamen di jalan, dan ada anak muda yang tidak dapat kepastian pekerjaan. 

"Ini situasi riil hari ini semuanya dan kita enggak bisa dibungkam saat melihat situasi rakyat hari ini," kata Joshua. 

Protes Kenaikan Harga Pertamax

Termasuk poin kenaikan harga Pertamax hari ini yang menyentuh angka Rp16.650 per liter. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved