Presiden Prabowo ke Lampung

Orasi Dzaki Sebelum Mulutnya Dijahit Saat Demo Prabowo Datang ke Lampung

"Saya sesak dengan demokrasi hari ini," orasi pilu Dzaki Oktarian sebelum nekat akukan aksi jahit mulut saat demo menyambut Prabowo datang ke Lampung.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
AKSI JAHIT MULUT - Aksi jahit mulut di Tugu Adipura, Bandar Lampung, saat Presiden Prabowo Subianto datang ke Lampung, Rabu (10/6/2026). Sebelum bibirnya dirapatkan oleh benang medis, sebuah rekaman audio orasi dari gawai Dzaki yang tersambung ke pengeras suara (speaker) menggema di tengah kepulan asap ban bekas yang dibakar. 

"Kita tidak bisa dibungkam saat melihat situasi rakyat hari ini. Kita harus mengkritisi, hari ini rakyat sedang susah, tapi di sisi lain Prabowo bersukacita, pastikan berada di ruangan ber-AC mewah. Sementara ada rakyat yang harus mengamen untuk makan, dan ada anak muda yang tidak dapat kepastian pekerjaan," ungkap Joshua dengan nada bergetar.

Tuntutan Pajak Kekayaan dan Hentikan Militerisasi

Selain menyoroti penderitaan ekonomi kelas menengah ke bawah, massa aksi membawa sejumlah tuntutan utama kepada rezim pemerintahan yang baru.

Mereka mendesak penerapan pajak kekayaan (wealth tax) untuk mengatasi ketimpangan sosial yang makin menganga, di mana 10 persen kelompok oligarki menguasai 70 persen kekayaan nasional.

Mereka juga menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk militerisasi di ruang sipil yang dinilai kerap menggunakan laras senjata untuk membungkam pikiran-pikiran kritis mahasiswa.

Bibir Dzaki Oktarian kini mungkin telah tertutup rapat oleh benang-benang yang mengikat kulitnya. Namun, lewat sepotong orasi sebelum mulutnya dijahit saat demo Prabowo, ia menitipkan satu pesan dan harapan besar yang belum mati.

"Kami juga masih memiliki harapan bahwa melalui aksi kolektif dan gerakan progresif, perubahan yang diharapkan masyarakat dapat terwujud. Hidup mahasiswa, hidup rakyat, dan teruslah melawan. Salam pembebasan," tutup Dzaki dalam rekaman orasinya, membakar semangat rekan-rekannya yang terus bertahan di aspal jalanan Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)  

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved