Berita Lampung

Penjualan Pertamax di SPBU MBK Bandar Lampung Stabil, Konsumen Banyak yang Beli

Penjualan BBM jenis Pertamax di SPBU 24.35136 yang berlokasi di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, masih terpantau stabil

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
PENGISIAN BBM - Suasana aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU 24.35136 yang berada di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Kamis (11/6/2026).. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung — Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU 24.35136 yang berlokasi di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, masih terpantau stabil meskipun terjadi penyesuaian harga.

Baca juga: Aplikasi MyPertamina Bermasalah di Bandar Lampung sehingga Warga Beli Pertamax

Pengawas SPBU 24.35136, Yoga Ramanda, mengatakan hingga saat ini tidak terdapat perubahan signifikan dalam tingkat pembelian Pertamax oleh masyarakat.

“Sejauh ini setelah kenaikan harga Pertamax tidak ada masalah. Penjualannya tetap stabil dan masih banyak konsumen yang membeli,” ujar Yoga, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, konsumsi BBM jenis Pertalite juga masih berada pada tingkat yang relatif sama dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Ia menilai sebagian konsumen masih dalam tahap penyesuaian terhadap harga terbaru yang berlaku.

“Untuk Pertalite juga masih stabil. Konsumen tampaknya belum sepenuhnya terbiasa dengan harga terbaru,” katanya.

Yoga menjelaskan, SPBU tersebut rata-rata menyalurkan sekitar 10 kiloliter Pertalite per hari. Volume tersebut umumnya habis terjual hingga sekitar pukul 21.30 WIB.

“Biasanya menjelang pukul 21.30 WIB kondisi mulai sepi. Penjualan Pertalite tetap berjalan normal dan kami tidak mengalami kekurangan stok BBM,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga kini tidak terjadi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi. Ketersediaan stok BBM di SPBU tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Warga Bandar Lampung dikagetkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax, Rabu (10/6). Pasalnya, kenaikan harga terjadi secara tiba-tiba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (10/6). Di Lampung, harga pertamax (RON 92) tercatat naik dari Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter.

Sementara BBM jenis lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax turbo Rp 21.200 per liter, pertalite Rp 10.000 per liter, pertamina dex Rp 25.350 per liter, dexlite Rp 23.500 per liter, dan biosolar Rp 6.800 per liter. 

Kenaikan harga pertamax tersebut juga mendapat tanggapan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. 

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (10/6). Menurut Bahlil, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. "Sesuai perintah Presiden, BBM subsidi tidak naik," kata Bahlil.

Di tempat sama, anggota DPR RI Andre Rosiade mendorong pemerintah membuat regulasi baru terkait penggunaan BBM nonsubsidi. "Menurut saya, yang paling bijak, pemerintah bikin aturan tambahan baru," ujar Andre Rosiade.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved