Harga Sembako di Lampung

Ombak Tinggi Tekan Pasokan, Harga Ikan di Pasar Kedondong Naik

Nurul Hilal, pedagang ikan di Pasar Kedondong, menyebut kenaikan harga Pertamax belum memberi dampak langsung terhadap

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
HARGA NAIK - Pedagang ikan di Pasar Kedondong, Nurul Hilal. Ombak Tinggi Tekan Pasokan, Harga Ikan di Pasar Kedondong Naik. 
Ringkasan Berita:
  • Harga ikan di Pasar Kedondong naik dipicu cuaca buruk dan ombak tinggi yang menghambat nelayan melaut.
  • Pasokan ikan berkurang sehingga beberapa jenis seperti tongkol dan layang rotan mengalami kenaikan harga.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Harga sejumlah jenis ikan di Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran, mulai mengalami kenaikan yang dipicu kondisi cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir. 

Baca juga: BPK Ungkap Utang DBH Rp 549 M, Pemprov Lampung Komitmen Selesaikan Sebelum Akhir Tahun

Gelombang tinggi di perairan sekitar membuat aktivitas melaut tidak optimal, sehingga pasokan ikan dari nelayan ke pasar berkurang dan mendorong harga di tingkat pedagang ikut naik.

Meski demikian, pedagang menilai faktor cuaca masih menjadi penentu utama dibandingkan isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Nurul Hilal, pedagang ikan di Pasar Kedondong, menyebut kenaikan harga Pertamax belum memberi dampak langsung terhadap harga jual ikan

“Kalau Pertamax tidak terlalu berpengaruh. Harga ikan yang naik sekarang lebih karena faktor cuaca, seperti ombak tinggi yang membuat hasil tangkapan berkurang,” ujarnya saat ditemui Tribun Lampung di Pasar Kedondong, Jumat (12/7/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar nelayan yang memasok ikan ke pasar masih mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar utama, bukan Pertamax.

Kendati begitu, kekhawatiran tetap muncul apabila terjadi gangguan distribusi Pertalite yang dapat memengaruhi aktivitas melaut dan ketersediaan ikan di pasaran.

Dari sisi harga, beberapa komoditas laut tercatat mengalami penyesuaian seiring terbatasnya pasokan. Ikan layang rotan kini dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, sama seperti ikan tongkol yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

Sementara itu, ikan kampakan dibanderol Rp30 ribu per kilogram, cumi-cumi mencapai Rp60 ribu per kilogram, dan ikan kacangan masih bertahan di harga Rp30 ribu per kilogram.

Ikan lokal dari wilayah Kelumbayan juga dijual di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

“Tongkol dua hari lalu masih Rp35 ribu, sekarang naik menjadi Rp40 ribu karena pasokan memang belum banyak,” jelas Nurul.

Di tengah kenaikan harga tersebut, kondisi pasar justru terlihat lebih sepi dibandingkan hari-hari normal.

Penurunan jumlah pembeli ikut berdampak pada perputaran penjualan harian pedagang, yang otomatis menekan pendapatan mereka.

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas nelayan kembali lancar, pasokan ikan stabil, dan daya beli masyarakat di pasar tradisional dapat pulih, sehingga roda ekonomi di Bumi Andan Jejama kembali bergerak lebih baik.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved