Harga BBM di Lampung
Penjualan Pertamax Drop Usai Harga Meroket, SPBU Pastikan Stok Pertalite Aman
Harga Pertamax melejit, volume penjualan di SPBU dilaporkan merosot tajam. Pengelola jamin pasokan harian Pertalite tetap aman di angka 12.000 liter.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax memicu penurunan penjualan BBM non-subsidi di sejumlah SPBU, termasuk di Pesawaran.
- Sebagian konsumen beralih ke Pertalite karena dinilai lebih terjangkau.
- SPBU Kurungan Nyawa memastikan stok Pertalite masih aman dan pasokan mencukupi.
- Pengemudi ojek online mengaku beralih ke Pertalite untuk menekan biaya operasional.
- Dampaknya, antrean pengisian Pertalite di sejumlah SPBU menjadi lebih panjang.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) non-subsidi jenis Pertamax memicu penurunan volume penjualan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Lampung Ramai-ramai Beralih ke Pertalite
Kondisi ini terjadi seiring dengan beralihnya sebagian konsumen ke jenis BBM bersubsidi, Pertalite. Satu di antaranya seperti yang terjadi di Pesawaran, Lampung.
Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo, mengonfirmasi terjadinya tren penurunan penjualan Pertamax pasca-kenaikan harga tersebut.
Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan stok Pertalite di tingkat pangkalan masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi lonjakan permintaan.
“Penjualan Pertamax otomatis agak menurun. Namun, untuk Pertalite stoknya masih banyak sehingga belum ada penambahan kuota. Saat ini pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat," kata Warsito, Jumat (12/6/2026).
Warsito menjelaskan, rata-rata pasokan Pertalite yang diterima oleh SPBU Kurungan Nyawa mencapai sekitar 12.000 liter per hari.
Volume tersebut dinilai masih mampu mengover kebutuhan konsumsi harian masyarakat, meskipun terjadi pergeseran penggunaan moda transportasi dari Pertamax ke Pertalite.
Di tingkat konsumen, peralihan ini didasari oleh upaya menekan biaya operasional.
Yan, seorang pengemudi ojek online asal Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax berdampak langsung pada pengeluaran hariannya untuk bahan bakar, yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000 per hari.
“Sekarang saya memilih Pertalite karena lebih terjangkau, tetapi antreannya memang lebih panjang,” ujar Yan saat ditemui di pengisian bahan bakar.
Ia menambahkan, panjangnya antrean pengisian Pertalite tersebut sangat terasa terutama saat melakukan pengisian di sejumlah SPBU di wilayah Kota Bandar Lampung.
Konsumen berharap ada regulasi lanjutan dari pemerintah guna menjaga stabilitas harga BBM demi menjaga daya beli masyarakat di sektor transportasi informal.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)
| Pemkot Tunggu Pusat Soal Kebijakan Penggunaan Randis Usai Harga Pertamax Melejit |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Warga Lampung Ramai-ramai Beralih ke Pertalite |
|
|---|
| Pengamat Unila Sebut Kenaikan Harga Pertamax Dipengaruhi Tekanan Eksternal Global |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Pengendara di Pesawaran Beralih Pakai Pertalite |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Pemkab Pringsewu Belum Berencana Sesuaikan Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-Pertamax-Turun-tipis-masyarakat-Bandar-Lampung-masih-ilih-Pertalite.jpg)