Harga BBM di Lampung
Harga Pertamax Naik, Pengendara di Pesawaran Beralih Pakai Pertalite
Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo mengatakan, penjualan Pertamax mengalami penurunan setelah adanya penyesuaian harga.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
- Sejumlah pengguna kendaraan beralih menggunakan Pertalite untuk menekan biaya operasional sehari-hari.
- Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo mengatakan, penjualan Pertamax mengalami penurunan setelah adanya penyesuaian harga.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Sejumlah pengguna kendaraan beralih menggunakan Pertalite untuk menekan biaya operasional sehari-hari.
Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo mengatakan, penjualan Pertamax mengalami penurunan setelah adanya penyesuaian harga.
Meski demikian, pasokan Pertalite di SPBU masih mencukupi sehingga belum diperlukan penambahan kuota.
“Penjualan Pertamax otomatis agak menurun. Namun, untuk Pertalite stoknya masih banyak sehingga belum ada penambahan kuota. Saat ini pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat," kata Warsito kepada Tribun Lampung, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, rata-rata pasokan Pertalite yang diterima SPBU mencapai sekitar 12.000 liter per hari.
Jumlah tersebut masih mampu memenuhi permintaan konsumen meski terjadi pergeseran penggunaan dari Pertamax ke Pertalite.
Sementara itu, Yan, seorang pengemudi ojek online Maxim asal Desa Gedung Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, mengaku kenaikan harga Pertamax menambah beban biaya operasionalnya.
Dalam sehari, ia biasanya menghabiskan biaya bahan bakar sekitar Rp20.000 hingga Rp35.000 untuk menunjang aktivitas bekerja.
Setelah harga Pertamax naik, Yan memilih beralih menggunakan Pertalite untuk motor Honda Beatnya yang baru dibelinya lima tahun lalu.
Namun, menurutnya, peralihan tersebut membuatnya harus menghadapi antrean yang lebih panjang di SPBU terutama saat mengisi di Bandar Lampung.
“Kalau Pertamax naik, tentu menambah beban operasional. Sekarang saya memilih Pertalite karena lebih terjangkau, tetapi antreannya memang lebih panjang,” ujarnya.
Yan berharap pemerintah dapat menurunkan harga BBM agar dapat meringankan beban para pengemudi ojek online dan masyarakat pada umumnya.
“Harapannya harga BBM bisa turun supaya lebih mempermudah driver dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk bekerja,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)
| Harga Pertamax Naik, ASN Lampung Tengah Bakal WFH |
|
|---|
| Harga BBM Pertamax Naik, BPKAD Bandar Lampung Usul Penghematan Operasional Kendaraan Dinas |
|
|---|
| Marindo Ingatkan ASN Pemprov Lampung Tidak Berhak Pakai BBM Subsidi |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Stok Pertalite Masih Aman di Lampung |
|
|---|
| Hiswana Migas Sebut Kenaikan Harga Pertamax Pengaruhi Perilaku Beli Warga Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/SPBU-Kurungan-Nyawa-penjualan-Pertamax-penurunan.jpg)