Berita Terkini Nasional

Anggota DPRD Dheninda Sakit Hati Tokonya Diancam Dijarah, Imbas Dugaan Ejek Pedemo

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, merasa sakit hati usai mendengar pernyataan provokatif untuk menjarah tokonya.

Editor: Kiki Novilia
Tangkap layar Tribunnews/ TribunGorontalo.com/Arianto
SAKIT HATI - Dheninda Chaerunnisa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara. Ia sakit hati mendengar ancaman tokonya dijarah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Gorontalo - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, merasa sakit hati usai mendengar pernyataan provokatif untuk menjarah usaha milik keluarganya.

Dheninda Chairunnisa mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD termuda di Gorontalo. Saat mencalonkan diri dalam Pemilu 2024, usianya baru menginjak 21 tahun.

Perempuan yang akrab disapa Dini ini tidak hanya berhasil lolos menjadi anggota DPRD Gorontalo Utara, tetapi juga menorehkan prestasi dengan meraih suara tertinggi di antara 24 anggota terpilih lainnya. Dari partai NasDem, Dini memperoleh 2.846 suara pribadi dengan total 5.694 suara partai. 

Dini lahir di Gorontalo Utara pada 2 April 2002. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, buah hati pasangan pengusaha sukses Roni Patinasarani dan Shanti Shera. Berasal dari keluarga keturunan Bugis, Dini tumbuh dan besar di Kwandang, Gorontalo Utara.

Hal ini merupakan imbas dari videonya viral beberapa hari yang lalu. Dheninda Chaerunnisa diduga mengejek para pedemo yang ada di depan Kantor DPRD Gorontalo Utara, pada Senin (13/10/2025) kemarin.

Kala itu, Dheninda terlihat memiringkan bibirnya ke arah para pendemo. Publik menilai sikapnya tidak pantas karena dianggap mengejek serta tak menghargai massa aksi.

Dheninda mengaku, usai video tersebut tersebar, dirinya dan orang tuanya menjadi bahan bully-an. Padahal ia sudah memberikan klarifikasi dengan menegaskan tidak bermaksud mengejek pendemo.

"Saya dicibir satu Indonesia. Satu Indonesia bully saya. Semua orang yang (menyerang) udah mengarah di luar konteks, sampai orang tua saya dikata-katain. Sampai segitunya pem-bully-an itu di sosial media," urai Dheninda, dikutip Tribunnews dari kanal YouTube Tribun Gorontalo, Jumat (17/10/2025).

Dheninda Chaerunnisa melanjutkan, dirinya pun sampai sakit hati mendengar pernyataan provokatif mengajak untuk menjarah tempat usaha milik keluarganya.

"Ada pengancaman sampai katanya pada saat di demo itu ada masyarakat mengatakan ke saya. Ada orang yang teriak jarah tokonya. Sampai kayak gitu, dan ketika saya dengar itu, saya sakit (hati)," imbuh dia.

Lebih jauh Dheninda bercerita, keluarganya merupakan pendatang di Gorontalo Utara. Mulai dari nol mereka merintis bisnis hingga berhasil berkontribusi ke daerah.

Pada akhirnya orang tua Dheninda berhasil membuka puluhan lapangan pekerjaan untuk penduduk lokal. Bahkan banyak orang yang menggantungkan hidup pada usaha tersebut. 

"Kita sebagai pendatang juga tahu diri gitu. Datang cari nafkah di tempat orang. Bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita. Kalian enggak tahu usaha orang tua saya. Kalian ada 55 orang karyawan yang cari nafkah dan mengharap hidup di situ," tegasnya dia.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Dheninda Chaerunnisa
 
Dheninda membantah mengejek pendemo saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Gorontalo Utara, pada Senin (13/10/2025) kemarin. Ia mengungkap demo turut dihadiri orang-orang yang dikenalnya. Mereka bekerja di tempat milik orang tua Dheninda.

Saat demo berlangsung, salah satu di antaranya menyapa dengan memberikan isyarat tangan acungan jempol kepada Dheninda.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved