Limbah Dapur MBG Dikeluhkan, Warga: Baunya Menyengat Sekali!
Limbah yang diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Banyuanyar 3, untuk program MBG, dikeluhkan warga.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Solo - Limbah yang diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Banyuanyar 3, untuk program Menu Bergizi Gratis (MBG), dikeluhkan warga.
Bahkan, warga menyebut, aroma dari limbah yang diduga dari dapur SPPG MBG tersebut, baunya sangat menyengat.
Program MBG adalah inisiatif nasional pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada awal tahun 2025, bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok-sasaran rentan sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunSolo.com, kondisi tersebut membuat warga di RT 1 RW 6 Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, resah, selama sebulan terakhir.
Mereka menduga sumbernya berasal dari limbah dapur MBG di kawasan SPPG Banyuanyar 3, yang mencemari saluran air warga sekitar.
“Di situ meluap meluapnya ke saluran warga. Akhirnya selama sebulan ini bau. Baunya sangat menyengat sekali. Kalau yang terdampak langsung ya di sekitar saluran ini, saluran keluar terus ke timur kira-kira ya ada 10-20 rumah,” ungkap Sumarman, seorang pengurus RT 1 RW 6 Banyuanyar, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, sejumlah warga sudah lama mengeluhkan bau tidak sedap tersebut.
Setidaknya sekitar 10 rumah terdampak langsung karena saluran air yang digunakan warga ikut tercemar.
“Kemarin itu secara lisan terus menerus. Jadi seminggu 3 kali 4 kali kita datangi karena kan terus mencemari, kita datangi sama Pak RT dan lain sebagainya,” tambah Sumarman.
Menanggapi keluhan warga, pihak SPPG Banyuanyar 3 mengaku telah melakukan langkah perbaikan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru.
“Ini dapur Banyuanyar 3 sudah membangun IPAL. Sudah lama itu. Kita sudah memastikan kita kasih solusi juga. Kita tambahkan IPAL. Kita bangun IPAL lagi. DLH juga sudah ke dapur,” kata Uswah Khasanah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar 3.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo juga telah menindaklanjuti aduan warga tersebut.
“Ini tadi kami baru lab ke sana, mas. Terus ini kita juga akan melaporkan hasil dari lab tadi nanti kita sampaikan ke wali kota melalui kota dinas. Ini baru dalam proses pembuatan kota dinas ke wali kota. Kami masih dalam proses penyusunannya,” jelas Reni Andri Lestari, Kabid Tata Kelola Lingkungan.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan pihaknya akan terus memantau proses pengelolaan limbah hingga penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) berjalan sesuai prosedur.
“Kalau kami Satgas yang sudah beroperasi, kalau benar limbah aduan dari ULAS kita cek memang benar, kita surati ke BGN untuk segera ditindaklanjuti. Tapi kalau memang SLHS bisa keluar verifikasi kami, kami akan sampaikan di ULAS limbah sudah oke,” tegasnya.
Berita selanjutnya Tata Kelola BGN dan MBG Didominasi Militer, PBHI: Harus Dirombak Total!
MBG
| Kuasa Hukum dr Uswatun Hasanah Bawa Kasus MBG Lampung Tengah ke Pidana |
|
|---|
| 'Ayamnya Bau, Jamurnya Mentah' 31 Siswa SMP dan 3 Guru Sakit Diduga Keracunan MBG |
|
|---|
| Klarifikasi Kepala BGN Dadan Hindayana Soal Anggaran Rp113 Miliar untuk EO |
|
|---|
| Kondisi Terkini Balita Korban Insiden Mobil MBG, Selamat, Hanya Luka Ringan |
|
|---|
| Nasib Kepala SPPG Seusai Mobil Pengangkut Ompreng MBG Lindas Balita 3 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Limbah-Dapur-MBG-Dikeluhkan-Warga-Baunya-Menyengat-Sekali.jpg)