Berita Terkini Nasional

Presiden Prabowo Mendadak Panggil Menteri Bidang Ekonomi ke Hambalang, Ada Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto mendadak memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu sore.

Tribunnews.com/Instagram @sekretariat.kabinet
PANGGIL MENTERI - Presiden RI, Prabowo Subianto, saat pertemuan dengan sejumlah menteri bidang ekonomi. Presiden RI Prabowo Subianto mendadak memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/2/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto panggil menteri ekonomi ke Hambalang bahas arah kebijakan dan negosiasi dengan AS.
  • Fokus pada posisi tawar Indonesia dan penguatan industri dalam negeri.
  • AS setuju turunkan tarif impor RI dari 32 persen jadi 19?lam ART.
  • Prabowo dijadwalkan ke AS bertemu Donald Trump untuk penandatanganan.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mendadak memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Pemanggilan tersebut terjadi pada Minggu (15/2/2026) sore.

Terungkap, pertemuan tersebut membahas arah kebijakan ekonomi nasional serta posisi Indonesia dalam perundingan ekonomi internasional, khususnya dengan Amerika Serikat.

Dalam struktur pemerintahan Indonesia, menteri bidang ekonomi biasanya merujuk pada para menteri yang menangani sektor perekonomian dan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Beberapa menteri yang termasuk dalam bidang ekonomi antara lain Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan UKM, serta Menteri Investasi/BKPM. Tugas utamanya berkaitan dengan kebijakan fiskal, perdagangan, industri, investasi, dan penguatan sektor usaha.

Baca juga: Kerugian Negara dari Korupsi Pulih Rp28,6 Triliun, Prabowo Terus Sikat Koruptor

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, dalam pertemuan itu Prabowo menegaskan beberapa hal, termasuk mengenai perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

"Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapa pun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia," ujar Teddy melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu.

Teddy menyebut, Prabowo menginginkan perundingan harus meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri.

"Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," tuturnya.

Sejumlah menteri yang tampak hadir antara lain, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Mereka duduk setengah lingkaran menghadap Prabowo sembari membawa catatan masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan beberapa hal:

Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia.

Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri.

"Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," tulis postingan Instagram sekretariat.kabinet.

Prabowo dan Trump Makin Akrab

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved