Berita Terkini Nasional
Nindia Ternyata Sudah Jadi Target, Bos Jual Beli Mobil Tewas Saat Transaksi COD
Masih ingat dengan Nindia Novrin (38), bos jual beli mobil yang ditemukan tewas, seusai melakukan transaksi mobil secara Cash on Delivery alias COD.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Eksekusi Pembunuhan (Kamis, 2 Oktober 2025): Sekira pukul 05.30 WIB.
Terdakwa kembali ke rumah korban.
Saat korban berjalan membelakangi Terdakwa untuk masuk ke rumah, Terdakwa mengambil kayu persegi sepanjang ±40 cm dengan ujung runcing yang ditemukan di sekitar pagar.
Terdakwa mengikuti korban ke dalam kamar dan memukul kepala bagian belakang korban sebanyak tiga kali menggunakan kayu tersebut hingga korban jatuh.
Terdakwa kemudian menusuk leher korban dua kali dan memukulnya kembali sebanyak tiga kali.
Setelah korban tidak berdaya, Terdakwa mengambil BPKB, kunci kontak, dan ponsel korban.
Terdakwa mengunci pintu kamar menggunakan kain gorden dan melarikan diri menggunakan mobil korban menuju arah Palembang.
Upaya Menghilangkan Barang Bukti dan Penangkapan
Terdakwa membuang ponsel korban di daerah Simpang Ahok.
Di wilayah Tol Bayung, Terdakwa membuang kayu yang digunakan untuk membunuh serta pelat nomor asli mobil korban.
Di Sungai Lilin, Terdakwa memasang pelat nomor palsu yang sudah disiapkan sebelumnya.
Di Jembatan Ampera, Palembang, Terdakwa merobek BPKB mobil korban dan membuangnya ke sungai.
Penangkapan: Terdakwa melarikan diri ke Lampung menemui pacarnya, saksi SANTIA DEVI, dan mengaku mobil tersebut adalah mobil dinas.
Pada 6 Oktober 2025, Terdakwa berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jambi di sebuah kos di Palembang.
Hasil Visum et Repertum
Berdasarkan Visum Et Repertum No: R/19/X/2025 dari RS Bhayangkara Jambi yang ditandatangani oleh dr. ERNI HANDAYANI SITUMORANG, Sp.KF, M.H., pemeriksaan terhadap jenazah Nidya Nofrin menunjukkan:
Pemeriksaan Luar: Ditemukan luka robek akibat benda tajam di kepala, memar pada kedua mata, serta pendarahan dari hidung dan telinga.
Pemeriksaan Dalam: Ditemukan patah tulang telinga kanan, tulang mata, tulang pelipis, tulang dasar tengkorak, dan tulang tenggorok.
Penyebab Kematian: Luka akibat kekerasan benda tumpul pada kepala bagian belakang yang menyebabkan patah tulang dasar tengkorak.
| Dekan AR Resmi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen Unib Naik Penyidikan |
|
|---|
| Nasib Tahanan Asusila Polresta Pulau Ambon, Tewas setelah Satu Jam Masuk Rutan |
|
|---|
| Fakta Mengejutkan 103 Anak Jadi Korban Kekerasan Daycare di Yogyakarta |
|
|---|
| Jerit Kesakitan Nur Pecah Keheningan Malam Gara-gara Ulah Suami, Tetangga Panik |
|
|---|
| 1 Pelaku Dugaan Penculikan Anak di Bengkulu Tewas Diamuk Massa, Satu Lainnya Diamankan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Rampok-yang-Tewaskan-Bos-Jual-Beli-Mobil-di-Jambi-Nyaris-Tabrak-Emak-emak.jpg)