Berita Internasional
Iran Tegas Ogah Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Terus Berlanjut?
Saling berbalas serangan rudal antara militer Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, tampaknya akan terus berlanjut hingga waktu yang tak diketahui.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Iran menolak negosiasi dengan AS di tengah saling serang rudal dengan AS dan Israel.
- Serangan Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat.
- AS-Israel dilaporkan menewaskan 201 orang di Iran, 747 luka-luka.
- Korban juga jatuh di Israel, Kuwait, dan UEA akibat serangan balasan Iran.
- Presiden AS Donald Trump sebut perang bisa berlangsung 4–5 pekan.
Tribunlampung.co.id, Iran - Saling berbalas serangan rudal antara militer Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, tampaknya akan terus berlanjut hingga waktu yang tak diketahui.
Hal ini menyusul pernyataan resmi pemerintah Iran yang menolak adanya negosiasi dengan AS.
Terlebih, akibat serangan yang dimulai AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) itu, telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani setelah mengomentari pemberitaan Al Jazeera yang mengutip Wall Street Journal dengan menyebut, dirinya akan melakukan negosiasi dengan AS dan dimediatori oleh negara Oman.
"Kita tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat," katanya dikutip dari akun X pribadinya, Senin (2/3/2026).
Baca juga: 100 Orang Lebih Tewas Imbas Serangan AS-Israel, 2 Sekolah di Iran Jadi Sasaran Rudal
Sosok yang digadang menjadi pengganti Khamenei itu menyatakan Presiden AS, Donald Trump telah menjerumuskan negara di kawasan Timur Tengah dengan seluruh 'fantasinya yang tidak realistis'.
Ia juga khawatir serangan AS bersama sekutunya, Israel pada Sabtu lalu bakal mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tentara AS semakin banyak.
"Dengan tindakan-tindakan yang tidak realistis, ia mengubah slogan 'America First' yang ia ciptakan menjadi 'Israel First' dan mengorbankan tentara Amerika demi ambisi kekuasaan Israel yang rakus dan dengan kebohongan baru, sekali lagi, ia membebankan biaya pembunuhan karakternya sendiri pada tentara dan keluarga Amerika," tegasnya.
Larijani menegaskan segala serangan yang dilakukan Iran saat ini dalam upaya mempertahankan diri setelah dibombardir oleh AS dan Israel.
"Hari ini, bangsa Iran sedang mempertahankan diri. Angkatan bersenjata Iran tidak memulai agresi," tuturnya.
Diketahui, serangan AS dan Israel telah mengakibatkan Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh dan Pemimpin Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mohammad Pakpour tewas.
Dikutip dari saluran berita IRNN, Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan Khamenei tewas di kantornya 'saat sedang menjalankan tugas'.
Ia tewas bersama dengan putri, menantu, dan cucunya.
Selain itu, mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadiejad juga dikabarkan tewas di Narmak, Teheran Timur pada hari pertama serangan AS dan Israel.
Trump: Perang di Iran Bisa Berlangsung 5 Pekan
Sementara, Trump mengungkapkan pasca serangan pada Sabtu lalu akan memperpanjang perang dengan Iran 'antara empat sampai lima pekan'.
| AS Ketar-ketir, Iran Disebut Terima Pasokan Persenjataan Canggih dari Rusia |
|
|---|
| Selat Hormuz Dibuka Lagi Setelah Blokade AS, Iran Tetap Perketat Pengawasan |
|
|---|
| 12 Kapal Perang AS Dikerahkan untuk Blokade Selat Hormuz, Iran Klaim Masih Aman |
|
|---|
| Perang AS-Israel vs Iran Buat Pendapatan Rusia Melejit, Tembus Rp325 Triliun! |
|
|---|
| Blokade AS di Selat Hormuz, Kapal Tanker China Tetap Melintas, Padahal Disanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/100-Orang-Lebih-Tewas-Imbas-Serangan-AS-Israel-2-Sekolah-di-Iran-Jadi-Sasaran-Rudal.jpg)