Berita Terkini Nasional

Nenek Saniah Tertimpa Rumah Roboh di Lebak, Banten

Seorang perempuan bernama Saniah (70) tertimpa rumahnya yang roboh pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Dok. Ist/Kiriman Warga
RUMAH ROBOH - (Kiri) ibu Saniah (70) korban rumah roboh di Lebak, Banten. (Kanan) Potret rumah milik ibu Saniah (70), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten roboh, pada Sabtu (28/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Saniah (70) tertimpa rumah roboh
  • Kejadian Sabtu (28/3/2026) pukul 12.30 WIB
  • Lokasi di Kampung Kumpay, Desa Maraya, Lebak, Banten

Tribunlampung.co.id, Lebak - Seorang perempuan bernama Saniah (70) tertimpa rumahnya yang roboh pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Saniah mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maraya, Nasrudin, membenarkan adanya kejadian rumah roboh yang menimpa korban tersebut.

"Benar, kejadian sekitar pukul 12.30 WIB. Rumah itu memang sudah tidak layak huni dan belum sempat diperbaiki," ujarnya dalam sambungan telepon, Minggu (29/3/2026). 

Menurutnya, rumah Saniah memang sudah lama dalam kondisi memprihatinkan. Terlebih, pihaknya sudah pernah mengusulkan bantuan perbaikan rumah milik Saniah. 

"Ibu Saniah ini tergolong sangat miskin, dan sempat terkendala administrasi seperti tidak memiliki KTP dan Kartu Keluarga," ujarnya. 

"Dokumen kependudukan Ibu Saniah baru selesai diurus, dalam beberapa bulan terakhir," tambahnya. 

Ia mengungkapkan, saat kejadian Saniah tengah berada di dalam rumah. Sehingga rumahnya itu ambruk menimpa korban.  

Bahkan, lanjut dia, warga sempat mengira korban sudah meninggal dunia karena pingsan hingga sekitar dua jam.

"Sekarang sudah sadar, tapi mengalami luka terutama di bagian pinggang. Rencananya akan dibawa ke puskesmas untuk perawatan lebih lanjut," bebernya. 

Ia mengatakan, saat ini Saniah tinggal sementara di rumah kerabatnya.

"Di rumah kerabatnya. Rumahnya kerabatnya juga hampir mirip rumah Ibu Saniah, sama saja sudah mau roboh, jadi kalau dibilang enggak layak sih, enggak layak," katanya.

Ia mengakui, Saniah selama ini belum pernah menerima bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan pangan non tunai (BPNT), dikarenakan terkendala data administrasi.

"Beliau ini tidak punya keluarga dekat, dan sebelumnya tidak memiliki identitas. Itu yang membuat bantuan tidak bisa masuk. Sekarang sebenarnya sedang diupayakan, tapi keburu kejadian rumahnya roboh," ujarnya. 

Sumber: Tribun banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved