Berita Terkini Nasional
Pemuda Nyaris Hilang Nyawa Gara-gara Jawab 'di Hatimu', Kena Tebas Pedang
Kata jawaban itu dilontarkan korban saat teman menanyakan lokasi kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas anak muda saat tengah malam.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Pemuda di Gianyar, Bali mengalami luka tebasan pedang gara-gara menjawab 'di hatimu' dalam percakapan dengan temannya.
- Kata jawaban itu dilontarkan korban saat teman menanyakan lokasi kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas anak muda.
- Ternyata temannya itu tersinggung sehingga bersama seorang rekan menghampiri korban.
Tribunlampung.co.id, Bali - Pemuda di Gianyar, Bali mengalami luka tebasan pedang gara-gara menjawab 'di hatimu' dalam percakapan dengan temannya.
Kata jawaban itu dilontarkan korban saat teman menanyakan lokasi kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas anak muda saat tengah malam.
Ternyata temannya itu tersinggung sehingga bersama seorang rekan menghampiri korban.
Korban Agung Anom (23) tidak kenal dengan rekan temannya tersebut, yang belakangan diketahui inisialnya Wayan AP.
Sedangkan teman korban tidak tahu jika Wayan AP membawa pedang yang langsung menebas Agung Anom.
Korban yang berasal dari Saba, Blahbatuh nyaris kehilangan nyawa usai menjadi korban penganiayaan oknum tak dia kenal tersebut.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Banjar Gumicik, Ketewel, Gianyar, Bali pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 03.33 WITA.
Ketika kejadian, korban segera menelepon 110 Polres Gianyar, sehingga polisi bergerak cepat ke TKP.
Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu wilayah Desa Saba. Sementara pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, pada Sabtu sekitar pukul 03.33 Wita, sebuah telepon masuk ke call center 110 Polres Gianyar.
Nomer 110 ini, kata dia, memang disediakan untuk masyarakat agar pihaknya bisa bergerak cepat jika terjadi sesuai yang membahayakan.
"Dalam sambungan telepon, pelapor mengatakan dalam ancaman, seseorang mengancam menggunakan senjata tajam. Pelapor sendiri tidak dikenal dengan orang yang mengancam dan mengharapkan kehadiran polisi di lokasi," ujar Ipda Suardita dikutip dari Tribun-Bali.com.
Dengan adanya laporan tersebut, kata dia, piket fungsi Polsek Sukawati yang mewilayahi Desa Ketewel langsung bertindak cepat. "Tim dari Polsek Sukawati langsung merespons, melakukan pengecekan ke lapangan, dan ternyata benar telah terjadi peristiwa penganiayaan," ujarnya.
Setelah itu, piket fungsi bersama Unit Reskrim Polsek Sukawati melakukan olah TKP dan penyelidikan. "Dengan berbekal informasi di TKP, Unit Reskrim melakukan penyelidikan dan diketahui identitas terduga pelaku dan melakukan pengejaran. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan bersama barang bukti," ujarnya.
Adapun barang bukti yang diamankan, terdiri dari senjata tajam jenis pedang dan sepeda motor yang digunakan saat kejadian. "Modus dan motif masih dalam proses penyidikan," ujar Kasi Humas.
Berawal dari Percakapan di Group WA
| Pelajar SMP Dijemput dari Sekolah dan Diserahkan ke Polisi Seusai Ingkar Janji Nikahi Pacar |
|
|---|
| Polisi Tangkap Pengasuh Daycare di Banda Aceh Seusai Terekam Banting Bayi 18 Bulan di CCTV |
|
|---|
| Cerita Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Terjepit 10 Jam di Gerbong |
|
|---|
| Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL Bertambah Jadi 15 Orang |
|
|---|
| Ayah Histeris Lihat 2 Anak Terbujur Kaku, Tewas Tertimpa Truk Muatan Pupuk Ayam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Garis-polisi-terpasang-di-rumah-pelaku-dan-korban-kasus-anak-bunuh-istri.jpg)