Berita Terkini Nasional
Pedagang Menjerit, Harga Kantong Plastik Meroket Imbas Konflik Timur Tengah
Konflik yang terjadi di Timur Tengah perlahan mulai berdampak ke masyarakat di Indonesia, terutama para pedagang kecil yang menggunakan plastik.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Harga plastik naik akibat konflik Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz.
- Kenaikan dipicu lonjakan harga minyak sebagai bahan baku plastik.
- Pedagang kecil di Jakarta Timur terdampak biaya operasional naik.
- Harga plastik naik Rp2–Rp10 ribu per pak, bahkan ada yang dua kali lipat.
- Pedagang terpaksa bertahan tanpa menaikkan harga, keuntungan makin menipis.
Tribunlampung.co.id, Jatinegara - Konflik yang terjadi di Timur Tengah perlahan mulai berdampak ke masyarakat di Indonesia, terutama para pedagang kecil yang menggunakan plastik.
Ya, harga plastik mulai meroket imbas konflik di Timur Tengah. Para pedagang pun mulai menjerit atas kenaikan signifikan komoditas kantong plastik tersebut.
Kenaikan dipicu lonjakan harga minyak dan gangguan distribusi akibat konflik di Timur Tengah khususnya Selat Hormuz, mengingat bahan baku pembuatan plastik berasal dari energi fosil.
Di tingkat eceran kenaikan harga kantong plastik bahkan kini berkisar Rp2-Rp10 ribu per pak, kenaikan ini membebani pedagang makanan yang membutuhkan kantong plastik.
"Sekarang yang biasanya Rp25 ribu, sekarang Rp30 ribu, kalau biasanya Rp10 ribu jadi Rp12 ribu," kata pedagang nasi goreng, Raden Arka Wijaya di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026), sebagaimana dilansir TribunJakarta.com.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Soroti Ketahanan BBM Indonesia
Akibat kenaikan tersebut para pedagang harus merogoh modal lebih dalam untuk menjalankan usahanya, sementara mereka tidak bisa menaikkan harga seenaknya demi menjaga daya beli pelanggan.
Para pedagang khawatir menaikkan harga karena berisiko membuat mereka ditinggal pembeli, sehingga untuk sementara mereka memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual.
Pun hal ini membuat keuntungan yang didapat menipis, dan membuat mereka harus putar otak untuk tetap dapat mempertahankan usahanya di tengah situasi tidak menentu.
"Ya sebenarnya lumayan memberatkan. Soalnya kan kita ambil untung dari seporsi paling Rp1.000, atau Rp500. Kalau harga plastik naik kan jadi kita susah muter modalnya," ujar Raka.
Bagi pedagang makanan kenaikan harga plastik memberatkan karena setiap harinya mereka membutuhkan kantong plastik, kebutuhan ini pun tidak bisa tergantikan dengan barang lain.
Para pedagang mencontohkan kebutuhan kantong plastik sebagai wadah bagi pembeli yang membungkus makanannya, baik kantong plastik ukuran kecil hingga berukuran sedang.
Sehingga ketika harga kantong plastik para pedagang terpaksa tetap membelinya, karena kebutuhan terhadap kantong plastik ini tidak tergantikan dengan komoditas lain.
"Karena kan lalapan harus plastik, sambel plastik, nasi dibungkus juga pakai kantong plastik, bagaimana coba? Semuanya harus plastik. Enggak mungkin kalau enggak," tutur pedagang pecel lele, Parti.
Parti mencontohkan harga kantong plastik per pak yang sebelumnya dibanderol Rp10 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu, kenaikan harga ini sudah berlangsung setidaknya sejak tiga pekan terakhir.
Kenaikan harga kantong plastik ini kian memberatkan para pedagang makanan karena terjadi bersamaan dengan lonjakan harga komoditas seperti ayam potong dan sejumlah jenis cabai.
"Ya berat sekali karena penjualan kami lagi sepi ya, kurang bagus penjualan. Jadi kalau semuanya barang naik ya kita ikut susah lagi tuh. Inginnya harga ya turun, kembali normal," lanjut Parti.
| Diduga Korban TPPO, Keluarga Kesulitan Biaya, Jenazah Susi Dimakamkan di Kamboja |
|
|---|
| Narkoba Buat Arifuddin Harus Lepaskan Seragam Polisinya, Kini Fokus Pulihkan Mental |
|
|---|
| Asyik Pacaran di Kegelapan Malam, Pasangan Ini Malah Jadi Korban Pembegalan |
|
|---|
| Pulang Sekolah via Lorong Mbah Dukun, Siswi SMP Nyaris Jadi Korban Rudapaksa |
|
|---|
| Berdalih Ritual Pembersihan, Oknum Guru Silat Rudapaksa 11 Murid Perempuan, 1 Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pedagang-Menjerit-Harga-Kantong-Plastik-Meroket-Imbas-Konflik-Timur-Tengah.jpg)