Berita Terkini Nasional

Pemicu Duel Maut Sopir Truk dengan Pengawas SPBU saat Pengisian Solar

Insiden berdarah itu mengakibatkan sopir truk bernama M Edo Pratama (26) meninggal dunia di seberang SPBU.

Tayang:
Tribunsumsel/Dokumentasi
DUEL MAUT DI SPBU - Tempat kejadian perkara (TKP) penusukan sopir truk hingga tewas di area SPBU 24.301.111 Punti Kayu di Jalan Kolonel H. Burlian Kilometer 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.50 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Terungkap pemicu duel maut antara sopir truk dengan pengawas SPBU saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) solar.
  • Insiden berdarah itu mengakibatkan sopir truk bernama M Edo Pratama (26) meninggal dunia di seberang SPBU.
  • Tepatnya di Punti Kayu KM7, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (2/4/2026).

Tribunlampung.co.id, Palembang - Terungkap pemicu duel maut antara sopir truk dengan pengawas SPBU saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) solar.

Insiden berdarah itu mengakibatkan sopir truk bernama M Edo Pratama (26) meninggal dunia di seberang SPBU.

Tepatnya di Punti Kayu KM7, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (2/4/2026).

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana mengatakan, dalam kasus ini, polisi menahan dua orang yakni  SI (25) selaku pengawas SPBU dan EPP (22) yang bertugas sebagai satpam. 

AKBP Musa Jedi Permana saat ditemui Tribun Sumsel, Kamis (2/4/2026) menceritakan awal mula terjadinya cekcok hingga berujung penusukan. Kejadian dipicu saat pengisian solar.

Korban tak terima pompa mesin solar tersebut mati saat pengisian belum selesai. "Kejadiannya sekitar 03.50 WIB dini hari, tepatnya di luar SPBU, bukan di dalam SPBU," kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana dikutip dari TribunSumsel.com.

"Berawal dari korban tidak terima karena pada saat pengisian mesinnya mati sehingga menanyakan kepada pengawas SPBU," imbuhnya.

Menurut keterangan AKBP Musa, mesin pengisian sudah disetel waktu dan akan terhenti jika sudah mencukupi waktu yang ditentukan.

"Mesinnya sudah disetting dalam waktu, apabila waktunya sudah mencukupi maka dia akan off. Saat mesin terhenti pengisian belum selesai itulah yang menimbulkan komplain," ujarnya.

Dari situlah korban tak terima hingga akhirnya menantang pengawas tersebut.

"Dari pengawas SPBU menjelaskan bahwa memang ada timernya pada saat pengisian sehingga terjadilah cekcok mulut yang membuat korban tidak terima akhirnya korban memberikan tantangan kepada pengawas tersebut," terangnya.

Pengawas SPBU ini awalnya berniat menjelaskan soal pengisian SPBU terhenti.

Namun ternyata cekcok keduanya berlanjut hingga membuat pengawas SPBU emosi dan melakukan penusukan.

"Pengawas ini kemudian awalnya ingin mengklarifikasi, namun ternyata cekcok berlanjut di seberang SPBU, kemudian pengawas ini tidak bisa menahan diri sehingga menikam dada korban sebanyak satu kali," ujarnya.

"Setelah itu pengawas dari sekuritinya lari mengamankan diri di SPBU," sambungnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved