Berita Terkini Nasional

Oknum Guru SMKN Tipu Banyak Orang hingga Rp1,8 Miliar, Modusnya Terungkap

Seorang oknum guru SMKN di Palembang, Sumatera Selatan, diduga melakukan penipuan terhadap banyak orang hingga alami kerugian mencapai Rp1,8 miliar.

Dokumentasi KOMPAS.com
TIPU BANYAK ORANG - Foto ilustrasi, tumpukan uang. Seorang oknum guru SMKN di Palembang, Sumatera Selatan, diduga melakukan penipuan terhadap banyak orang hingga mengalami kerugian mencapai Rp1,8 miliar. Adapun modus oknum guru SMKN berinisial FY tersebut yakni jasa penukaran uang baru Lebaran. FY pun hanya pasrah dan tertunduk malu ketika dibawa para korbannya ke Polrestabes Palembang pada Sabtu (4/4/2026). 

“Katanya akan dikembalikan selama dua hari, dan keuntungan sekitar Rp180 juta akan dibagikan ke anak-anak (siswa) untuk THR mereka, karena kami sudah kenal serta sangat dekat dan membantu anak-anak. Jadi saya pinjamkan emas 40 suku itu,” ucapnya.

Pada 16 Maret siang, sambung Agus, oknum guru FY mendatangi rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I Palembang.

Di sana terlapor kembali mengutarakan maksud untuk meminjam emas tersebut untuk dijual.

“Saya disuruh terlapor jual emas itu Pak. Emas itu saya jual di Toko Emas 8 Ilir yang berada di kawasan Pasar Kuto."

"Uang hasil penjualan emas 40 suku emas sekitar Rp604 juta langsung ditransfer ke rekening FY yang sedang menunggu di rumah,” bebernya dengan mata memerah.

Lebih jauh, Agus menuturkan, rencana emas 40 suku yang ditabungnya sedikit demi sedikit hasil jerih payahnya bekerja sebagai buruh angkut itu disiapkan untuk modal dan masa depan anak-anaknya.

“Saya ingin anak-anak tidak seperti saya Pak, bekerja cuma buruh dan hidup kekurangan. Saya ingin masa depan mereka cerah. Oleh itulah saya menabung emas, saya sisihkan penghasilan sedikit untuk ditabung, meski makan terkadang tidak ada lauk," katanya sambil menangis.

Di tempat yang sama, LBH Bima Sakti M Novel Suwa didampingi Conie Pania Putri membenarkan pihaknya kembali menerima pengaduan korban penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di SMKN 1 Palembang.

"Ya, ada korban baru kembali. Fokus kami adalah melakukan pendampingan terhadap para korban sampai mendapatkan keadilan. Karena kalau ditotal, uang yang digelapkan itu mencapai Rp1,8 miliar, sebab ada satu korban lagi yang sudah melapor jumlahnya Rp89 juta," ucapnya.

Terkait dengan jumlah kerugian dan korban yang sangat banyak, Novel berharap kasus yang melibatkan oknum guru ini menjadi perhatian Kapolda Sumsel dan jadi atensi.

"Hari ini akan kita laporkan dengan membawa bukti lengkap ke Polda Sumsel," tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved