Berita Viral
Kereta Argo Bromo dan KRL Tabrakan, Penumpang Wanita Terjepit
KA Argo Bromo dan Kerta Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Benturan tak terhindarkan, membuat kendaraan minibus tersebut remuk pada bagian depan.
Baca juga: Kesaksian Warga di Balik Aksi Nekat Blokir Jalur Kereta di Bandar Lampung
"Untungnya mobil itu posisinya sempat agak mundur sedikit pas mau kena hantam. Kalau enggak, mungkin habis itu mobil sama orang di dalamnya," tambahnya
Buntut dari kerusakan mobil tersebut, pemilik kendaraan menuntut ganti rugi kepada PT KAI atas kerusakan kendaraannya.
Namun, karena tidak menemui titik temu terkait kompensasi, kekecewaan itu berujung pada aksi nekat pemblokiran rel pada Rabu (25/3/2026) sore yang videonya viral di media sosial.
Ia memperkirakan, setidaknya ada sekitar 20 orang dari pihak pemilik mobil yang datang melakukan aksi nekat tersebut.
"Waktu malam kejadian itu, yang bersangkutan (pemilik kendaraan) sempat debat dengan petugas Polsuska. Dari KAI jelasin kalau itu udah ada aturan Undang-undangnya bahwa enggak ada kompensasi, kecuali kalau ada korban jiwa," Kata dia.
Robi (28), warga lainnya, menegaskan bahwa massa yang memblokir rel bukanlah warga kelurahan Ketapang.
"Itu bukan warga sini, yang punya mobil itu warga Jalan Baru, Panjang. Yang hari rabu mereka blokir itu mereka bawa massa dari sana, warga sini enggak ada yang terlibat, kami cuma nonton, kami tahu itu salah," imbuhnya.
Pasca kejadian viral, ketegangan masih belum berakhir, pemilik mobil yang merasa masalah belum terselesaikan mengancam bakal melakukan aksi susulan yang lebih besar.
"Mereka murni merasa dirugikan saja karena mobilnya rusak. Katanya mereka mau ke sini lagi, bilangnya mau bawa massa 10 kali lipat lebih banyak," jelasnya.
Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Ketapang, Saifudin, menegaslan bahwa warganya tidak ada yang terlibat dan meminta mereka tetap tenang dan tidak terprovokasi.
"Saya sudah rapatkan dengan para Ketua RT di kelurahan. Intinya kita 'adem-adem' saja, jangan sampai ada yang ikut-ikutan karena urusan ini sudah ditangani Kapolsek dan Kapolres," tegas Saifudin dalam sebuah rekaman video.
Saifudin juga memastikan telah berkoordinasi dengan Camat, Lurah, hingga Bhabinkamtibmas.
"Kami sudah koordinasi dengan Polsek Panjang. Warga saya instruksikan jangan sampai ikut campur, jangan sampai ada bentrok," tambahnya.
Bagi warga Ketapang, kecelakaan di titik ini bukanlah kali pertama, melainkan kerap terjadi setidaknya 2 sampai tiga kali dalam setahun.
"Harapan besar warga sih ini segera dipasang palang pintu resmi dari pemerintah atau PT KAI," keluh Robi.
Kini, perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu tampak dijaga oleh personel Babinsa dan beberapa petugas PT KAI, warga yang bersiaga.
Beberapa warga setempat terlihat duduk di teras rumah sembari berbincang membahas kejadian beberapa hari lalu yang sempat ramai itu di jagat maya.
| Sudah Minum Obat Kuat Malah Ditolak 'Ronde Kedua', Kakek Tega Bunuh Selingkuhan |
|
|---|
| 300 Warga Kepung Balai Desa, Minta Kades Mundur karena Ingkar Perbaiki Jalan |
|
|---|
| Sopir Banting Setir ke Kiri, Mobil MBG Seruduk 3 Rumah Warga |
|
|---|
| Gubernur Kaltim Minta Maaf, Janji Beli Kursi Pijat dan Akuarium Air Laut Sendiri |
|
|---|
| Sosok Hasan Nasbi Jadi Penasihat Presiden, Pernah Viral Ucapan Kepala Babi Dimasak Saja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kereta-Argo-Bromo-dan-KRL-Tabrakan.jpg)