Berita Terkini Nasional

Modus Sertu MB Diduga Berbuat Asusila Terhadap Bocah SD, Kini Diburu Denpom

Diduga gunakan modus kedekatan, oknum TNI lakukan pencabulan terhadap siswi SD. Korban kini trauma, pelaku malah kabur saat diperiksa. Kini diburu.

Tayang:
Dokumentasi Tribunnews.com
OKNUM TNI DIBURU - Foto ilustrasi, korban pencabulan. seorang oknum TNI berinisial Sertu MB diduga melakukan pencabulan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kediaman terduga pelaku, Selasa (14/4/2026). Kini, oknum TNI tersebut diburu Denpom, lantaran kabur ketika menjalani pemeriksaan internal. 

Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul fakta yang menambah sorotan publik. Terduga pelaku justru dilaporkan melarikan diri saat masih menjalani pemeriksaan internal di satuannya.

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku belum sempat diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) karena lebih dulu melarikan diri.

“Yang bersangkutan belum diserahkan secara resmi. Saat diinterogasi di Kodim, dia melarikan diri,” jelasnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama terkait pengawasan terhadap terduga pelaku dalam proses awal penanganan kasus.

Denpom Kejar Pelaku, Proses Hukum Tetap Berjalan

Meski pelaku berhasil kabur, pihak Denpom menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Proses penyidikan tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum militer yang berlaku.

“Kasus ini sudah dalam proses penyidikan dan akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” tegas Haryadi.

Saat ini, aparat militer masih melakukan pengejaran terhadap Sertu MB untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Keluarga Minta Transparansi dan Perlindungan Korban

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum, khususnya institusi militer, dapat menangani kasus ini secara transparan dan profesional. Mereka juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi korban, baik dari sisi hukum maupun pemulihan psikologis.

Kasus ini turut memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama setelah terungkap bahwa terduga pelaku sempat lolos dari pengawasan saat proses pemeriksaan berlangsung.

Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam menangani kasus ini, sekaligus memastikan keadilan bagi korban.

Sumber: Tribun sultra
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved