Berita Terkini Nasional

KA Argo Bromo Tabrakan Lagi, Kali Ini 4 Orang Tewas di Grobogan

Mobil putih bernomor polisi H 1060 ZP itu membawa sembilan penumpang saat dihantam KA Argo Bromo Anggrek sekitar pukul 02.52 WIB.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/DOKUMEN SATLANTAS POLRES GROBOGAN
TERTABRAK KERETA - Mobil yang membawa rombongan pengantar jemaah haji tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di rel pelintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari. 

Sempat Berhenti

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menjelaskan bahwa KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi tertemper mobil di perlintasan kilometer 52+800, jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB. 

Akibat kejadian tersebut, kereta sempat melakukan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan kondisi sarana. 

Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian (ASP), perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 02.56 WIB. 

"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Luqman. 

KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, merujuk Pasal 181 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. 

"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," pungkas Luqman.

16 Orang Tewas

Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur Km 28+920, Senin (27/4/2026) malam. 

Sebanyak 16 nyawa melayang dalam musibah tersebut. Sementara 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Polisi mengungkapkan, taksi Green SM mengalami korsleting sehingga lajunya terhenti di pelintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

"Kecelakaan ini (KRL tabrak taksi Green SM) diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," ucap Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa (28/4/2026). 

Akibat gangguan tersebut, mobil taksi listrik tidak dapat bergerak dan akhirnya tertabrak KRL, sehingga turut mengganggu perjalanan kereta lainnya.

"Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api-kereta api yang lain," tutur Sandhi. 

Sandhi menjelaskan, kecelakaan antara kereta api dan mobil listrik itu pada awalnya hanya menimbulkan kerugian material.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved