Berita Viral

Niat Jadi Tulang Punggung Keluarga, Gadis 18 Tahun Malah Dirudapaksa 8 Orang

Gadis berinisial SK (18) menjadi korban rudapaksa sebanyak delapan pria di tiga tempat yang berbeda. 

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/taryono
KASUS RUDAPAKSA - Ilustrasi foto. Gadis berinisial SK (18) menjadi korban rudapaksa sebanyak delapan pria di tiga tempat yang berbeda.  

Ringkasan Berita:
  • Gadis berinisial SK (18) menjadi korban rudapaksa sebanyak delapan pria di tiga tempat yang berbeda. 
  • SK mengaku dijanjikan sebuah pekerjaan oleh seseorang yang awalnya tidak dikenal. Sebuah pekerjaan tambahan yaitu bersih-bersih rumah dengan tawaran gaji Rp 50.000 per hari
  • Namun, ia justru dipaksa melayani para pria hidung belang. 

Tribunlampung.co.id, Jateng - Gadis berinisial SK (18) menjadi korban rudapaksa sebanyak delapan pria di tiga tempat yang berbeda. 

Insiden itu dialami SK pada akhir April hingga awal Mei 2026. SK akhirnya melapor ke polisi didampingi tetangganya N (45) pada Senin (4/5/2026).

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, dari aduan yang dilaporkan SK, korban diduga menjadi korban rudapaksa di tiga tempat yang berbeda.

Pertama terjadi di sebuah wisma atau penginapan melibatkan 5 orang pria, kejadian kedua melibatkan 3 orang pria di tempat berbeda, dan kejadian ketiga melibatkan dua pria di tempat dan lokasi berbeda.

"Semua lokasi dilaporkan di wilayah Mayong. Saat ini masih kita dalami perkembangan kasusnya" ujar dia, dikutip dari TribunJateng, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Siasat Licik Bos Konter HP Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Korban Diimingi Pekerjaan

Dalam ceritanya, SK mengaku dijanjikan sebuah pekerjaan oleh seseorang yang awalnya tidak dikenal. Sebuah pekerjaan tambahan yaitu bersih-bersih rumah dengan tawaran gaji Rp 50.000 per hari/setiap berangkat.

Pria yang menawarkan kerja belakangan diketahui SK bernama Riko yang tinggal di wilayah Kecamatan Mayong. Riko disebutkan datang ke rumah SK dan berkenalan dengan ibunya SK dengan menawarkan pekerjaan.

Tawaran itu kemudian disampaikan kepada SK, dengan dijanjikan gaji dan antar jemput. SK yang saat itu menjadi tulang punggung keluarga akhirnya menerima pekerjaan itu.

"Saya enggak tahu siapa dia, katanya kenal dari tetangga saya. Waktu itu datang ke rumah dan ngobrol dengan ibu saya. Terus saya ditawari kerja," terang SK.

Setelah tawaran kerja itu diterima, SK mulai bekerja di rumah Riko sejak 29 April 2026. Saat itu dia dijemput di sebuah tempat tak jauh dari rumah SK selepas Maghrib.

SK pun menjalankan pekerjaan hari pertamanya sebagai pekerja bersih-bersih di rumah Riko. Lama bekerja berkisar tiga jam, mulai pukul 19.00 - 22.00 WIB dijanjikan gaji Rp 50.000 per hari.

SK pada awalnya tidak menaruh curiga apapun atas pekerjaan barunya. Malam itu, SK diantarkan pulang setelah semua pekerjaan selesai.

Di tengah perjalanan masih di kawasan Mayong, SK diajak untuk menemui teman-teman Riko di sebuah wisma. Dia bahkan diminta masuk ke sebuah kamar yang di dalamnya sudah ada empat pria tak dikenal.

Tidak hanya itu, SK juga bercerita bahwa dia dipaksa untuk melayani semua pria yang ada di dalam ruangan tersebut. Termasuk Riko yang menawarkan pekerjaan sebelumnya.

"Saya sudah menolak, mau ngelawan tiba-tiba tangan saya ditahan dua orang enggak saya kenal. Di situ saya dipaksa melayani mereka," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved