Berita Terkini Nasional

Bocah 10 Tahun Gagalkan Pencurian Motor dengan Sepeda dan Teriakan

bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun menjadi sorotan setelah aksinya yang tak terduga berhasil menggagalkan upaya pencurian

Tayang:
Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/cctv
CCTV - Rekaman CCTV perlihatkan aksi berani bocah kayuh sepeda sambil teriak maling ke dua pelaku di Komplek Residen II, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026). (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 
Ringkasan Berita:
  • Bocah 10 tahun jadi sorotan usai gagalkan pencurian motor di Cakung, Jakarta Timur
  • Melihat gerak-gerik mencurigakan, ia langsung berteriak “Tolong ada maling!”
  • Aksi nekatnya terekam CCTV dan viral di media sosial

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun menjadi sorotan setelah aksinya yang tak terduga berhasil menggagalkan upaya pencurian sepeda motor di Komplek Residen II, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026) siang. 

Dengan keberanian yang tidak lazim untuk usianya, ia secara spontan meneriakkan peringatan dan mengejar pelaku menggunakan sepeda kayuhnya, hingga membuat komplotan pencuri panik dan akhirnya kabur tanpa membawa hasil.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian menyebar luas di media sosial. 

Dalam rekaman itu terlihat suasana komplek yang sedang lengang, sebelum dua pria diduga pelaku beraksi mencoba membobol sepeda motor RX King milik warga. 

Momen berubah ketika bocah tersebut melintas dan menyadari gerak-gerik mencurigakan di depan salah satu rumah, sebelum akhirnya memutar arah dan melakukan aksi yang tak disangka.

Pemilik motor, Raditya, mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas keberanian anak tersebut. 

Ia menyebut situasi saat kejadian memang sedang sepi sehingga aksi pelaku sempat tidak disadari warga lain. 

“Jadi setelah diteriaki bocah itu ada warga yang keluar dari rumah, makin panik pelaku dan tinggalkan sepeda motor saya,” ujar Raditya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Raditya, pelaku diduga bukan orang sembarangan karena tidak meninggalkan kerusakan pada kunci kontak motor. 

Hal itu menimbulkan dugaan bahwa mereka menggunakan metode kunci duplikat dalam menjalankan aksinya. 

“Jadi kayaknya dia pakai kunci duplikat, soalnya kontak sepeda motor saya tidak rusak. Kalau pakai kunci T kan pasti rusak,” jelasnya.

Meski insiden tersebut berakhir tanpa kerugian dan tidak ada korban luka, warga sekitar kini mulai merasa khawatir dengan potensi kejahatan serupa. 

Raditya menambahkan bahwa hingga kini pihaknya belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, namun tetap merasa waswas karena kondisi lingkungan yang relatif sepi dan rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Sumber: Tribundepok.com 

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved