Berita Viral

Nasib Oknum Dosen yang Diduga Lakukan Tindak Asusila ke 15 Mahasiswi

Nasib oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang diduga melakukan tindak asusila terhadap belasan mahasiswi.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TribunSolo.com/Aji Bramastra
ASUSILA - Foto ilustrasi asusila. Nasib oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang diduga melakukan tindak asusila terhadap belasan mahasiswi. 

Ringkasan Berita:
  • Nasib oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang diduga melakukan tindak asusila terhadap belasan mahasiswi. 
  • Terduga pelaku kini dinonaktifkan sementara dari seluruh aktivitas di lingkungan kampus untuk menjaga independensi pemeriksaan sampai ada keputusan final. 
  • Pihak kampus juga membentuk satgas khusus untuk penyelidikan. 

Tribunlampung.co.id, Blitar - Nasib oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang diduga melakukan tindak asusila terhadap belasan mahasiswi. 

Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan menegaskan, pihaknya menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktivitas di lingkungan kampus untuk menjaga independensi pemeriksaan sampai ada keputusan final. 

Penonaktifan sementara seluruh aktivitas kegiatan kampus terhadap terduga pelaku itu meliputi, kegiatan mengajar dan perkuliahan; pembimbingan akademik, skripsi, dan tugas akhir; pendampingan kegiatan mahasiswa; kepanitiaan dan aktivitas kelembagaan kampus; dan penggunaan fasilitas kampus untuk kepentingan akademik maupun non-akademik.

"Ini masih keputusan sela, belum final. Kami menonaktifkan yang bersangkutan dari segala pendampingan, mengajar, dan sebagainya. Kami harus menjaga keamanan di kampus," kata Rudiyanto saat jumpa pers di Kampus UNU Blitar, dikutip dari TribunJatim, Kamis (14/5/2026)

Pelaku diduga melakukan pelecehan kepada 15 mahasiswi yang terdiri dari angkatan 2022 hingga 2025. 

Baca juga: Oknum Dosen Dilaporkan Rangkul hingga Peluk Mahasiswi, 15 Orang Jadi Korban

Adapun tindak pelecehannya dilakukan secara verbal dan non-verbal. Pelecehan secara verbal, terduga pelaku melontarkan ucapan tidak senonoh kepada korban. 

Sementara itu, untuk pelecehan langsungnya adalah pelaku mulai merangkul dan memeluk para korban. 

Bentuk Satgas

BPP UNU Blitar telah mengaktifkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) setelah menerima laporan dari seorang mahasiswi pada 23 April 2026.

Satgas PPKPT telah melakukan penelusuran awal, pendampingan, dan membuka ruang pelaporan seluas-luasnya kepada pihak lain yang diduga menjadi korban maupun mengetahui peristiwa itu.

BPP UNU Blitar juga memperkuat proses penanganan masalah dengan membentuk Satgas Etik yang melibatkan unsur dari BPP UNU Blitar untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan independen, profesional, objektif, dan akuntabel. 

Pada Selasa (12/5/2026), Satgas Etik telah menerima perwakilan dari PMII Komisariat UNU Blitar dan LPM Bhanu Tirta sebagai pendamping dari 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban.

Satgas Etik akan melakukan verifikasi secara serius dan menyeluruh semua informasi, data, dan keterangan yang sudah diterima. 

"UNU Blitar tidak lagi main-main dengan masalah ini. Persoalannya, hal ini tidak mudah, karena menyangkut segala hal. Perempuan tidak mudah untuk melaporkan, karena ada stigma macam-macam dan ada kekhawatiran macam-macam," kata Rudiyanto. 

"Kami melindungi pelapor untuk berani. Lewat forum ini kami mengajak teman-teman yang mendampingi dan mengadvokasi, monggo diselesaikan secara tuntas masalah ini," lanjutnya. 

Dikatakannya, kampus UNU Blitar tidak ingin persoalan lama seperti ini terjadi berulang-ulang. Kampus juga siap memberikan pendampingan kepada korban kalau ingin membawa masalah ini ke tanah pidana. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved