Berita Viral

Dua Hari Jadi Kepala BGN, Nanik S Daeyang Janji Perbaiki Kualitas MBG

Kepala BGN Nanik S Daeyang memprioritaskan kualitas gizi dan standar kesehatan dapur MBG dibandingkan sekadar mengejar target kuantitas.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
KOMPAS/Sukoco
PERBAIKI KUALITAS MBG - Ilustrasi Nanik S Daeyang. Ia memprioritaskan kualitas gizi dan standar kesehatan dapur MBG dibandingkan sekadar mengejar target kuantitas. 
Ringkasan Berita:
  • Baru dua hari dilantik, Kepala BGN Nanik S Daeyang memprioritaskan kualitas gizi dan standar kesehatan dapur MBG dibandingkan sekadar mengejar target kuantitas 82 juta penerima.
  • Sebagai bentuk penataan ulang sasaran, kata Nanik, BGN akan mengevaluasi pemberian MBG di sekolah-sekolah yang tergolong mahal.
  • Sebelumnya ia ditunjuk Presiden Prabowo menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN pada Selasa, (2/6/2026).

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Daeyang berjanji akan memperbaiki kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, (2/6/2026).

Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pergantian ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara.

Baru dua hari dilantik, kini Nanik memprioritaskan kualitas gizi dan standar kesehatan dapur dibandingkan sekadar mengejar target kuantitas 82 juta penerima.

Keputusan ini diambil setelah jajaran pimpinan baru BGN melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Nanik Akhirnya Muncul Usai Jadi Kepala BGN, Langsung Ubah Target Penerima MBG

Langkah itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya efisiensi anggaran dan penajaman sasaran penerima manfaat di lapangan.

"Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta. Tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi, ya. Lalu refocusing," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews pada Kamis (4/6/2026).

Sebagai bentuk penataan ulang sasaran, kata Nanik, BGN akan mengevaluasi pemberian MBG di sekolah-sekolah yang tergolong mahal.

Anggaran dari hasil efisiensi tersebut nantinya akan dialihkan untuk masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Nah, sekarang kita fokuskan kan sekarang kan semua sekolah dikasih. Nah, sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B," tegasnya.

Kelompok 3B yang dimaksud meliputi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. Kebijakan ini diambil berdasarkan rekomendasi pakar gizi dan dokter anak.

Hal ini di mana intervensi gizi dinilai paling krusial dan efektif jika dilakukan sejak bulan pertama kandungan hingga anak berusia 9 tahun.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved