Berita Terkini Nasional
Diduga Tewas Diracun Kekasih, Jasad Wanita Hamil Diautopsi di Palembang
Jasad korban yang semula ditemukan dalam kondisi tergantung itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang
"Korban orangnya baik. Kalau masak, selalu kasih saya makanan dan saya, iya (jatuh cinta)," kata SD saat diwawancarai TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).
Selalu berjumpa hampir setiap hari, hubungan tersangka dan korban semakin intens, hingga akhirnya menjalin asmara.
Diakui tersangka, hubungan diam-diam itu dilakukan saat ia masih menjadi santri.
"Di ponpes tidak mungkin dibolehkan pacaran. Saya dan dia (korban) pacaran diam-diam," ungkap SD.
Korban diketahui merupakan seorang janda dengan satu anak.
Namun beberapa waktu lalu, korban kehilangan anak semata wayangnya yang dipanggil Sang Mahakuasa.
Kembali ke tersangka SD, ia tamat dari pendidikan menengah pertama ponpes pada 2024 lalu.
Meski tak lagi jadi santri, hubungan asmara dengan korban terus berlanjut.
Bahkan, tersangka mengaku telah berkali-kali berhubungan layaknya suami-istri dengan korban.
Hingga pada awal Juni lalu, korban mengaku hamil tiga bulan.
Tersangka mengaku panik.
"Saya awalnya ingin kandungan korban digugurkan saja. Tapi ternyata tidak bisa," ujar tersangka.
Sumber: TribunSumsel.com
| Tiga Orang Tewas dalam Tabrakan Maut di Jalur Wuryantoro–Eromoko |
|
|---|
| Demi Motor Baru, Suparman Tega Habisi Nyawa Bocah 11 Tahun di Sragen |
|
|---|
| Wanita Hamil di Ogan Ilir Tewas, Diduga Diracun Pacarnya |
|
|---|
| Adu Banteng di Empat Lawang, Pengendara Motor Perempuan Tewas |
|
|---|
| Pemuda di Ogan Ilir Bunuh Kekasihnya karena Diminta Menikahi Saat Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DIINTEROGASI-KAPOLRES-Kapolres-Ogan-Ilir-AKBP.jpg)