Pendidikan

Mahasiswa UBL Implementasikan Program Biopori Berbasis Partisipasi Warga

Mahasiswa UBL buat sumur biopori di tujuh titik dari lima kelurahan di Bandar Lampung dengan libatkan masyarakat.

Tayang:
Dokumentasi UBL
BIOPORI - Mahasiswa UBL buat program biopori di tujuh titik dari lima kelurahan di Bandar Lampung dengan libatkan masyarakat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Universitas Bandar Lampung (UBL) terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya sosialisasi dan pembuatan biopori yang dilaksanakan di tujuh titik pada lima kelurahan di Bandar Lampung.

Diantaranya, Labuhan Ratu, Kupang Teba, Tanjung Gading, Labuhan Dalam dan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UBL dalam menghadirkan solusi lingkungan berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Program ini dilatar belakangi permasalahan yang umum terjadi di kawasan perkotaan, khususnya pada wilayah permukiman dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya daya resap tanah yang berdampak pada munculnya genangan air, serta belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga. 

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa UBL memperkenalkan teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori sebagai solusi ramah lingkungan yang mudah diterapkan masyarakat.

Selain membantu meningkatkan daya serap air, inovasi ini juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi lebih produktif sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan perkotaan.

Dita Rizkia, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pelaksanaan program diawali dengan observasi lapangan serta koordinasi bersama aparat kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi manfaat biopori dalam meningkatkan daya resap tanah, mengurangi genangan air, serta mengolah sampah organik menjadi kompos alami.

“Kegiatan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan praktik langsung pembuatan biopori yang melibatkan warga secara aktif," ujarnya, Jumat (6/2/2026).

"Mulai dari proses pengeboran tanah hingga pengisian lubang dengan sampah organik rumah tangga. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan biopori secara mandiri di lingkungan masing-masing,” lanjut dia.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi kunci keberhasilan program.

Melalui pendekatan partisipatif, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

“Dampak awal yang mulai terlihat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, sekaligus tumbuhnya kebiasaan memilah sampah organik sebagai bagian dari pemanfaatan biopori.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved