Universitas Teknokrat Indonesia

Teknokrat Kuatkan Kompetensi Praktis Mahasiswa Teknik Sipil Lewat Pelatihan SAP 2000

Universitas Teknokrat Indonesia gelar pelatihan software analisis struktur SAP 2000 (Structural Analysis Program 2000), Rabu (1/4/2026).

Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
GELAR PELATIHAN - Universitas Teknokrat Indonesia gelar pelatihan software analisis struktur SAP 2000 (Structural Analysis Program 2000), Rabu (1/4/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Lulusan teknik sipil dituntut update perkembangan industri konstruksi yang semakin kompleks.

Mahasiswa dalam hal ini tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

Terkait tantangan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia menyelenggarakan pelatihan software analisis struktur SAP 2000 (Structural Analysis Program 2000), Rabu (1/4/2026).

Pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer dengan fasilitas yang mendukung, sehingga peserta pelatihan yang berjumlah 39 Mahasiswa dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan. 

Dalam kegiatan ini dihadiri  Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng.

Ia menyatakan, penyelenggaraan pelatihan merupakan bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan praktik.

Dengan menghadirkan pelatihan yang relevan dan aplikatif, kampus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa secara menyeluruh.

Tidak hanya aspek akademik, tetapi juga keterampilan teknis dan profesional. 

Metode pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dengan Jefri Agus Hidayat, S.T. sebagai instruktur SAP 2000 dan praktisi di bidang perancangan struktur.

Ia memberikan penjelasan singkat yang kemudian diikuti dengan praktik langsung oleh peserta mahasiswa

Bagian integral dari pembelajaran praktik bagi mahasiswa untuk menunjang beberapa Mata Kuliah terkait, yaitu Teknologi beton, Analisa Struktur, Mekanika Bahan, Desain Struktur Baja, Desain Struktur Beton dan Rekayasa Gempa.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan tambahan, melainkan menjadi bagian strategis dalam membangun kompetensi mahasiswa agar mampu memahami secara langsung proses perencanaan dan analisis struktur bangunan gedung maupun jembatan.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa diajak untuk menghubungkan konsep teoritis yang diperoleh di ruang kelas dengan penerapan nyata menggunakan teknologi yang lazim digunakan di dunia profesional.

Selama ini, salah satu tantangan utama dalam pendidikan teknik sipil adalah kesenjangan antara teori yang diajarkan di kampus dengan praktik yang dihadapi di lapangan.

Banyak lulusan yang memiliki pemahaman konseptual yang baik, tetapi kurang siap dalam mengoperasikan perangkat lunak analisis struktur yang menjadi standar industri.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved